Siap-Siap Jalur Jawa-Bali Makin Lancar, Proyek Raksasa Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk Resmi Dimulai

0

Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemandangan berbeda mulai terlihat di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Dermaga Ponton yang selama ini menjadi salah satu penopang utama penyeberangan Selat Bali kini mulai dibongkar secara bertahap oleh tim teknis.

Langkah ini menjadi bagian dari proyek pembongkaran dan perombakan besar-besaran untuk menyulap dermaga lama tersebut menjadi fasilitas Movable Bridge (MB) modern berkapasitas hingga 50 ton.

Proyek peningkatan infrastruktur vital ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada Maret 2027 mendatang demi mengurai antrean kendaraan berat dan meningkatkan keselamatan pengguna jasa penyeberangan.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Arief Eko Kurniansjah, membeberkan bahwa proses pembongkaran berjalan mulus sesuai jadwal yang ditetapkan.

Saat ini tim teknis tengah mematangkan tahap fabrikasi serta menyusun jadwal kedatangan material bangunan. Pembangunan ini dilakukan secara sejajar dan serentak dengan peningkatan fasilitas di Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

“Pembongkaran dermaga pontonnya sudah mulai dibongkar. Kemudian untuk material dan lain-lain telah dirapatkan terkait teknis untuk persiapan fabrikasi dan jadwal kedatangan,” ujar Arief.

Jika tak ada arah melintang, acara peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek raksasa perbaikan dermaga penyeberangan Jawa-Bali ini bakal digelar dalam waktu dekat, yakni sekitar minggu ketiga atau keempat bulan Agustus.

Langkah modernisasi ini sengaja dirancang seragam di kedua belah sisi lintasan.

Sementara Dermaga Ponton Ketapang diubah penuh menjadi MB 50 ton, dermaga MB di Pelabuhan Gilimanuk yang semula berkapasitas kecil juga dinaikkan ke bobot serupa agar mampu menampung muatan kapal-kapal besar secara maksimal.

“Kalau yang di Pelabuhan Gilimanuk kan sudah berbentuk MB, hanya kapasitasnya kecil, jadi kita naikkan ke kapasitas 50 ton juga, jadi seragam,” jelasnya.

Mengenai rencana perluasan dan penambahan dermaga baru di Pelabuhan Gilimanuk, pihak ASDP mengaku masih terus melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Daerah Jembrana, terutama terkait pembebasan lahan.

Sinergi dan peningkatan kapasitas armada penyeberangan ini diharapkan mampu memperlancar arus logistik nasional serta mengakhiri penumpukan kendaraan yang kerap terjadi saat musim liburan panjang. [tar/ian]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.