Pedagang Pasar Setono Betek Antusias Ikuti Tera Ulang Gratis, Jaga Kepercayaan Pembeli
Ringkasan Berita
- Pedagang Pasar Setono Betek antusias mengikuti Sidang Tera dan Tera Ulang 2026 yang digelar Disperdagin Kota Kediri.
- Layanan jemput bola dinilai memudahkan pedagang memastikan keakuratan timbangan sekaligus menjaga kepercayaan pembeli.
- Disperdagin memberikan layanan tera ulang secara gratis dan memasang cap serta stiker tera sah pada alat yang lolos pengujian.
- Program tera ulang berlangsung hingga 9 September 2026 di pasar, kelurahan, dan pedagang emas di Kota Kediri.
Kediri (beritajatim.com) – Antusiasme pedagang mewarnai pelaksanaan Sidang Tera dan Tera Ulang 2026 yang digelar Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) di Pasar Setono Betek, Kamis (6/8/2026). Program jemput bola tersebut disambut positif karena memudahkan pedagang memastikan keakuratan alat ukur sekaligus menjaga kepercayaan konsumen.
Salah satu pedagang bahan pokok di Pasar Setono Betek, Andri, mengaku rutin mengikuti tera ulang sejak mulai berjualan pada 2021. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk menjaga kejujuran dalam setiap transaksi.
Pada pelaksanaan tahun ini, Andri membawa dua jenis timbangan yang digunakan sehari-hari, yakni timbangan manual dan timbangan elektrik, untuk diperiksa petugas.
“Layanan tera ulang sangat membantu karena pedagang tidak dapat memastikan tingkat akurasi timbangan secara mandiri tanpa bantuan petugas yang profesional. Pelayanan yang diberikan petugas juga sangat baik, dengan memberikan pemberitahuan atau sosialisasi beberapa hari sebelum kegiatan berlangsung,” terangnya.
Ia menilai layanan jemput bola yang hadir langsung di kawasan pasar jauh lebih praktis dibanding harus mendatangi kantor pelayanan. Karena itu, Andri berharap program tersebut terus dilaksanakan setiap tahun.
Hal senada disampaikan Hasan, pemilik toko bangunan di sekitar Pasar Setono Betek. Ia mengaku mengetahui jadwal tera ulang melalui surat edaran dan pemberitahuan resmi dari petugas.
Sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan sekaligus menjaga akurasi alat ukur, Hasan rutin mengikuti tera ulang setiap satu tahun sekali.
“Pelayanan yang diberikan oleh para petugas penera juga sangat membantu. Semoga setelah mengikuti kegiatan tera ini, ketepatan timbangan yang saya gunakan dalam transaksi jual beli sehari-hari bisa semakin akurat dan bisa memuaskan pelanggan,” harapnya.
Pelaksanaan tera ulang merupakan agenda rutin tahunan Disperdagin Kota Kediri yang berlangsung mulai 27 Juli hingga 9 September 2026. Tahun ini pelayanan dilakukan dengan metode jemput bola di sejumlah pasar, kelurahan, hingga pedagang emas untuk memastikan seluruh alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP) memenuhi standar.
Sebelum kegiatan berlangsung, Disperdagin melakukan sosialisasi serta menyampaikan undangan kepada para pedagang. Sasaran pelayanan tidak hanya pedagang di dalam pasar, tetapi juga pelaku usaha di sekitar kawasan Pasar Setono Betek, seperti toko kelontong, toko kain, hingga toko bangunan.
Berbagai jenis UTTP yang diperiksa meliputi timbangan desimal, timbangan digital, timbangan elektrik, hingga meteran kain.
Kepala Disperdagin Kota Kediri Moh. Ridwan menjelaskan, memasuki pekan kedua, kegiatan dipusatkan di Pasar Setono Betek setelah sebelumnya dilaksanakan di Pasar Grosir.
Menurutnya, pedagang cukup membawa alat timbang ke lokasi sidang pasar untuk diperiksa. Layanan tera ulang diberikan secara gratis. Apabila alat memenuhi standar, petugas akan memberikan cap tera sah dan memasang stiker resmi sebagai bukti alat telah lolos pengujian.
Ridwan menyebut tingkat partisipasi pedagang cukup tinggi karena sosialisasi dilakukan secara masif melalui media sosial, surat undangan, serta bekerja sama dengan petugas pasar saat penarikan retribusi.
“Alhamdulillah kita tidak menemukan kendala berarti selama kegiatan berlangsung karena mayoritas pedagang sudah rutin mengikuti kegiatan ini setiap tahunnya. Jika sudah ditera, kita akan menempelkan tanda cap dan stiker tera resmi yang bisa langsung dilihat pembeli sehingga mereka bisa tahu apakah alat timbang pedagang tersebut sudah teruji keakuratannya atau belum,” jelasnya.
Ia mengimbau pedagang yang belum mengikuti tera ulang agar segera mendatangi lokasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Masyarakat juga diminta lebih teliti saat berbelanja dengan memastikan timbangan yang digunakan pedagang telah memiliki stiker tera sah sebagai bentuk perlindungan konsumen.
Dengan layanan tera ulang jemput bola ini, Pemerintah Kota Kediri berharap tercipta transaksi perdagangan yang lebih adil, transparan, dan terpercaya sehingga kepercayaan masyarakat terhadap aktivitas jual beli di pasar tradisional terus meningkat. [nm/ian]
Link informasi : Sumber