Kades se-Kecamatan Bandarkedungmulyo Jombang Dukung Normalisasi Sungai, Upaya Tekan Banjir dan Buka Keran Investasi
Ringkasan Berita:
- Kepala desa se-Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, mendukung normalisasi sungai yang mulai dikerjakan sejak Juni 2026 untuk mengurangi risiko banjir.
- Proyek normalisasi sepanjang sekitar 80 kilometer oleh PT Adhi Karya diharapkan mampu memperbaiki tata air pertanian, meningkatkan ekonomi masyarakat, dan menarik investasi
- Pemerintah desa bersama tokoh masyarakat mendorong sinergi berbagai pihak agar normalisasi sungai berjalan lancar hingga target penyelesaian pada 2028.
Jombang (beritajatim.com) – Kepala desa se-Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, mendukung penuh program normalisasi sungai yang mulai direalisasikan pada 2026.
Program tersebut dinilai menjadi langkah penting untuk mengatasi persoalan banjir yang selama ini menghantui wilayah setempat, sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi melalui sektor pertanian dan investasi.
Normalisasi sungai yang telah lama menjadi usulan masyarakat Bandarkedungmulyo mulai dikerjakan sejak Juni 2026. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas aliran sungai, mengurangi risiko banjir, memperbaiki sistem tata air pertanian, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai.
Kepala Desa Bandarkedungmulyo sekaligus Koordinator Paguyuban Kepala Desa se-Kecamatan Bandarkedungmulyo, Zainal Arifin, mengatakan normalisasi sungai merupakan hasil usulan bersama para kepala desa di tingkat kecamatan.
Menurut Zainal, usulan tersebut muncul karena persoalan banjir menjadi salah satu perhatian utama masyarakat. Setelah terjadi banjir besar pada 2021, pemerintah desa bersama masyarakat terus mendorong adanya penanganan sungai agar kejadian serupa dapat diminimalkan.
Ia menjelaskan, normalisasi sungai memiliki sejumlah manfaat strategis. Selain mengurangi potensi banjir, program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan menjadi faktor pendukung masuknya investasi ke Kecamatan Bandarkedungmulyo yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Nganjuk dan Kediri.
“Dengan adanya investasi, paling tidak banyak menyerap tenaga kerja. Karena menyerap tenaga kerja, secara otomatis perekonomian di tingkat kecamatan akan meningkat,” jelasnya saat berada di kantor Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kamis (13/8/2026).
Dampak Positif Bagi Masyarakat

Menurut Zainal, peningkatan aktivitas ekonomi melalui investasi akan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kehadiran industri maupun usaha baru dinilai dapat membuka lapangan kerja sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi di tingkat lokal.
Untuk mendukung pekerjaan normalisasi yang dilaksanakan PT Adhi Karya, pemerintah desa bersama kepala desa se-Kecamatan Bandarkedungmulyo menyatakan siap membantu kelancaran pelaksanaan proyek di lapangan.
Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah membantu koordinasi terkait mobilitas alat berat dan pekerja yang berpotensi melintasi jalan desa maupun akses menuju lahan pertanian masyarakat.
Zainal mengatakan koordinasi antara pemerintah desa dan pihak pelaksana menjadi hal penting agar pekerjaan berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas warga maupun infrastruktur desa.
“Dukungan dari kami adalah memperlancar petugas-petugas yang akan melaksanakan pekerjaan ini, termasuk nanti yang dikerjakan oleh PT Adhi Karya,” katanya.
Ia menambahkan, pekerjaan normalisasi tidak membutuhkan proses pembebasan lahan. Namun, karena aktivitas pekerjaan dapat bersinggungan dengan akses menuju sawah milik petani, pemerintah desa akan terus berkoordinasi dengan pelaksana proyek.
Koordinasi tersebut dilakukan agar akses masyarakat tetap terjaga dan kondisi infrastruktur yang terdampak aktivitas proyek dapat dikembalikan seperti semula setelah pekerjaan selesai.
Dukungan Juga Datang dari MWCNU

Dukungan terhadap program normalisasi sungai juga disampaikan Ketua MWCNU (Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama) Bandarkedungmulyo sekaligus Kepala Desa Banjarsari, Basyarudin Saleh.
Menurut Basyarudin, normalisasi sungai merupakan salah satu usulan prioritas masyarakat di wilayah Bandarkedungmulyo. Ia menilai keberhasilan program tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Hubungan komunikasi antara ulama dan umara di Bandar ini sangat harmonis. Masing-masing punya tugas yang sama, bagaimana menjawab persoalan-persoalan kemiskinan dan kebodohan,” ujarnya.
Ia menyebut, terealisasinya program normalisasi merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap aspirasi masyarakat yang selama ini disampaikan melalui kepala desa, camat, dan Forkopimcam.
Basyarudin juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya program tersebut, termasuk Pemerintah Kabupaten Jombang.
“Ini merupakan satu anugerah di mana usulan-usulan yang dilakukan oleh masyarakat Bandar melalui para kepala desanya maupun pak camat dan Forkopimcam, alhamdulillah sudah direalisasi oleh pemerintah atas bantuan berbagai pihak,” katanya.
Terget Selesai 2028
Sementara itu, pelaksanaan proyek normalisasi sungai saat ini memasuki tahap awal. Pekerjaan dilakukan oleh PT Adhi Karya dengan target penyelesaian pada 2028.
Engineering PT Adhi Karya, Achmad Aziz, mengatakan kontrak pekerjaan telah dimulai sejak 26 Juni 2026. “Untuk awal pekerjaannya, kontrak kita dimulai pada tanggal 26 Juni 2026,” ujar Aziz saat diwawancarai di Kantor Kecamatan Bandarkedungmulyo.
Menurut Aziz, wilayah pekerjaan mencakup beberapa daerah, yakni Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri serta Kecamatan Perak, Bandarkedungmulyo, dan Megaluh Kabupaten Jombang.
Saluran utama yang menjadi bagian pekerjaan adalah Sungai Induk Papar-Peterongan dengan panjang sekitar 16 kilometer.
Selain sungai induk tersebut, sejumlah saluran sekunder juga masuk dalam pekerjaan normalisasi, di antaranya Sungai Sekunder Kedungasem, Manisrenggo, Gondangmanis, Pilanghilir, Banjarsari, Plosogenuk, dan Sukorejo.
Sungai Sepanjang 80 Meter

Secara keseluruhan, panjang sungai yang menjadi sasaran normalisasi mencapai sekitar 80 kilometer. Aziz menjelaskan, pekerjaan diawali dengan pengambilan sedimen sungai yang telah menumpuk dalam waktu lama.
Setelah itu, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pembenahan dimensi saluran agar kapasitas dan aliran air dapat berjalan lebih optimal hingga ke hilir. “Tujuan utamanya tentu untuk mengantisipasi banjir,” katanya.
Saat ini progres pekerjaan masih berada di angka 0,3 persen. Menurut Aziz, angka tersebut masih sesuai tahapan karena proyek baru dimulai pada akhir Juni 2026.
Pihak pelaksana lebih memprioritaskan proses pengukuran dan pemetaan sebelum pekerjaan fisik dilakukan secara lebih luas. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan perencanaan, elevasi, dan desain sesuai kondisi lapangan.
Langkah itu dinilai penting agar pekerjaan yang dilakukan tidak menimbulkan persoalan teknis di kemudian hari.
Dalam pengerjaannya, PT Adhi Karya tidak mengutamakan penggunaan pasangan batu. Material yang digunakan antara lain beton dan beton pracetak atau precast dengan memperhatikan legalitas material serta standar mutu yang telah ditentukan.
“Semoga lancar sampai selesai,” ujarnya sembari menegaskan pekerjaan normalisasi tersebut ditargetkan berlangsung hingga 2028.
Camat Sampaikan Apresiasi
Camat Bandarkedungmulyo, Hariyanto, juga menyambut baik dimulainya normalisasi sungai tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan seluruh pihak yang telah mendukung terealisasinya program yang menjadi aspirasi pemerintah desa dan masyarakat.
“Dengan adanya normalisasi, harapan kami air bisa berjalan sampai ke hilir, sampai Megaluh. Sehingga para petani dan masyarakat yang ada di sepanjang sungai tidak terjadi banjir,” kata Hariyanto.
Menurut Hariyanto, normalisasi sungai tidak hanya berkaitan dengan penanganan banjir, tetapi juga menjadi bagian dari pengelolaan tata air untuk mendukung kebutuhan pertanian.
Dengan kondisi saluran yang lebih baik, distribusi air diharapkan dapat dikendalikan sesuai kebutuhan petani. Hal tersebut menjadi penting karena sebagian wilayah Bandarkedungmulyo merupakan kawasan pertanian yang bergantung pada sistem pengairan sungai.
Selain mendukung sektor pertanian, Hariyanto melihat normalisasi sungai sebagai bagian penting dalam mendukung pengembangan kawasan industri di Kecamatan Bandarkedungmulyo.
Selama ini, sejumlah wilayah yang direncanakan sebagai kawasan industri, terutama Desa Bandarkedungmulyo dan Gondangmanis, masih memiliki stigma sebagai kawasan rawan banjir.
“Dengan adanya normalisasi itu, investor bisa melihat bahwa wilayah ini tidak terjadi banjir sehingga investor akan datang ke Kecamatan Bandarkedungmulyo,” ungkapnya.
Menurut Hariyanto, sejumlah aktivitas investasi mulai terlihat di wilayah tersebut, mulai dari industri bata ringan, aspal, hingga berbagai kegiatan usaha lainnya.
Ke depan, kawasan Bandarkedungmulyo diharapkan dapat berkembang dengan hadirnya gudang, industri, dan berbagai aktivitas ekonomi baru yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan dukungan pemerintah desa, masyarakat, dan seluruh pihak terkait, normalisasi sungai Bandarkedungmulyo diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi risiko banjir sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Jombang. [suf]
Link informasi : Sumber