Kemarau Panjang: 22 Wilayah di Jatim Dilanda Kekeringan, 24 Ribu KK Terdampak
Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 22 kabupaten dan kota di Jawa Timur dilanda kekeringan selama musim kemarau 2026. Kondisi ini berdampak pada sekitar 24.136 kepala keluarga (KK) atau setara dengan 84.458 jiwa.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satriyo Nurseno, saat dikonfirmasi media, Rabu (19/8/2026) merinci bahwa dari total daerah terdampak, Kabupaten Mojokerto, Lumajang, dan Situbondo menetapkan status tanggap darurat.
Sementara 19 daerah lainnya berada dalam status siaga darurat, meliputi Bondowoso, Lamongan, Banyuwangi, Bangkalan, Blitar, Pasuruan, Trenggalek, Gresik, Malang, Jember, Sampang, Tulungagung, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Jombang, Bojonegoro, Pamekasan, dan Kota Batu.
BPBD Jatim terus menggenjot distribusi ribuan ritase air bersih serta menyiapkan tandon dan terpal bagi warga yang membutuhkan.
Menghadapi dampak luas musim kemarau di 22 kabupaten/kota di Jawa Timur, BPBD Jatim mengerahkan langkah mitigasi darurat secara masif. Selain memetakan wilayah status siaga dan tanggap darurat, kesiapan logistik menjadi fokus utama penanganan krisis air bersih.
Satriyo mengungkapkan bahwa pihaknya menyediakan kuota hingga 5.410 ritase air bersih (dengan kapasitas masing-masing 5 ribu liter per ritase). Dukungan infrastruktur pendukung juga disiapkan, mencakup 50 tandon air, 100 tandon lipat, serta 9.600 lembar terpal.
Sejumlah daerah seperti Kabupaten Mojokerto, Bondowoso, dan Trenggalek bahkan telah menerima ratusan ribu liter air bersih melalui mekanisme dropping yang akan terus diperluas ke daerah lain yang mengajukan permohonan. (tok/aje)
Link informasi : Sumber