Cekcok Berujung Penusukan, Pria di Madiun Kabur Usai Lukai Istri Siri dan Anak

0

Madiun (beritajatim.com) – Cekcok rumah tangga berujung aksi penusukan di sebuah rumah di Jalan Munggut Arum, Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Selasa (18/8/2026) malam. Seorang pria bernama Totok diduga menyerang istri sirinya, Widya, dan anak perempuan korban yang masih di bawah umur berinisial N menggunakan senjata tajam.

Akibat kejadian tersebut, kedua korban mengalami luka dan harus dilarikan ke RSUD dr Soedono Kota Madiun untuk mendapatkan perawatan. Sementara Totok melarikan diri setelah sempat dihadang sejumlah warga yang datang ke lokasi.

Peristiwa tersebut diketahui warga setelah terdengar teriakan meminta pertolongan dari dalam rumah. Warga kemudian berdatangan dan mendapati Widya serta anaknya dalam kondisi terluka.

Sejumlah warga langsung memberikan pertolongan dan mengevakuasi kedua korban. Di saat bersamaan, warga lainnya berupaya menghadang Totok agar tidak kembali menyerang korban maupun warga sekitar.

Namun, upaya warga tersebut tidak berhasil. Totok akhirnya lolos dari kepungan dan meninggalkan lokasi. Hingga kini, keberadaannya masih dalam pencarian polisi.

Salah seorang warga, Wahyu Trisayakti, mengatakan dirinya tidak melihat langsung aksi penusukan. Ia mengetahui kejadian setelah mendengar teriakan dan mendapati salah satu korban sudah dalam kondisi berlumuran darah.

“Saya dengar teriakan minta tolong. Saat saya lihat, korban sudah berlumuran darah. Kemudian saya bawa masuk ke rumah untuk diberi pertolongan,” kata Wahyu.

Melihat kondisi korban yang membutuhkan penanganan segera, Wahyu mengaku langsung membawa keduanya ke rumah sakit. Menurutnya, korban mengalami luka cukup serius hingga kehilangan banyak darah.

“Karena kondisinya darurat, saya langsung ganti baju dan membawa korban ke rumah sakit. Darahnya sudah banyak keluar,” ujarnya.

Wahyu menyebut luka yang dialami Widya berada di bagian samping perut. Sedangkan anak korban mengalami luka di bagian perut atas.

“Anaknya itu menutup lukanya pakai jilbab untuk menahan darah. Yang membuat saya kaget, dia tidak menangis sama sekali,” ungkapnya.

Menurut Wahyu, persoalan antara Totok dan Widya sebenarnya sudah pernah terdengar sebelumnya. Ia mengaku mengetahui adanya persoalan rumah tangga keduanya, meski tidak mengetahui secara pasti pemicu cekcok yang terjadi hingga berujung penusukan.

“Memang sebelumnya pernah ada cerita soal masalah rumah tangga. Mereka ini pasangan suami istri siri. Tapi kalau masalah pastinya saya tidak tahu, yang saya dengar memang sering ada cekcok,” jelas Wahyu.

Ia juga mengatakan Widya pernah menyampaikan persoalan rumah tangganya kepada dirinya. Namun, saat kejadian berlangsung, Wahyu sedang bekerja sehingga tidak mengetahui langsung awal pertengkaran tersebut.

“Kalau saat kejadian saya tidak melihat langsung. Waktu itu kami sedang bekerja. Saya tahunya setelah mendengar teriakan dan melihat kondisi korban. Sebelumnya memang beliau pernah cerita kepada saya soal masalah rumah tangganya,” tambahnya.

Pasca kejadian, kedua korban masih menjalani penanganan medis di RSUD dr Soedono Kota Madiun. Polisi juga masih mendalami kondisi korban dan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap motif penusukan.

Sementara itu, Unit Satreskrim Polres Madiun masih melakukan pencarian terhadap Totok. Polisi juga memastikan akan mendalami rangkaian kejadian tersebut, termasuk penyebab cekcok yang berujung pada aksi kekerasan. (rbr/ian)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.