Usai Pencarian 5 Jam, Pemancing Tenggelam di Tambak Putatlor Gresik Ditemukan Meninggal

0

Gresik (beritajatim.com) – Upaya pencarian seorang pemancing yang tenggelam di tambak kawasan Dusun Putatlor, Desa Putatlor, Kecamatan Menganti, Gresik, berakhir duka. Korban bernama Suwandi (45), warga Dusun Krajan, Desa Menganti, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah lima jam dilakukan pencarian.

Sebelumnya, tim gabungan yang terdiri dari Satpolairud Polres Gresik, BPBD, personel TNI AL dan Denipam 2 Pasmar melakukan penyisiran di lokasi korban tenggelam.

Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman membenarkan jenazah korban telah ditemukan setelah dilakukan pencarian selama lima jam. “Jenazahnya sudah dievakuasi kemudian diserahkan ke pihak keluarga,” ujarnya Kamis (20/8/2026).

Masih menurut Arif Rahman, kejadian yang menimpa Suwandi ini bermula korban bersama rekannya memancing di tambak. Sewaktu asyik memancing, kail milik korban disambar ikan lalu jorannya tertarik dan bergeser ke arah tengah tambak.

Korban kemudian berusaha mengambil kembali alat pancingnya. Tanpa memperhitungkan kondisi tambak, Suwandi masuk ke dalam air yang diperkirakan memiliki kedalaman hingga tujuh meter.

Sementara rekan korban yang sedang menunaikan salat kemudian mendengar suara teriakan meminta pertolongan. “Mendengar teriakan meminta tolong. Rekan korban berusaha menyelamatkan. Namun, tidak terlihat kembali di permukaan,” ungkapnya.

Usai kejadian, lanjut dia, anggota telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk rekan korban. Area tambak yang menjadi tempat tenggelamnya korban juga telah diberi garis polisi.

“Atas kejadian ini pihak keluarga korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi,” tuturnya.

Perwira pertama Polri ini menyatakan agar kasus ini tidak terulang lagi. Dirinya mengimbau kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar perairan, termasuk kawasan tambak, lebih berhati-hati lagi.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di sekitar perairan. Tambak dengan kedalaman yang cukup tinggi memiliki risiko, sehingga keselamatan harus menjadi prioritas,” pungkas AKP Arif. [dny/kun]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.