Rakerda Golkar Kota Kediri, Mbak Wali Dorong Politik Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
Ringkasan Berita
- Rakerda Golkar Kota Kediri memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.
- Mbak Wali mendorong partai politik menghadirkan gagasan dan manfaat nyata bagi masyarakat.
- Golkar Kota Kediri menargetkan peningkatan kursi DPRD dari lima menjadi minimal tujuh kursi.
- Golkar juga menyasar pemilih muda dan memperkuat keterwakilan perempuan dalam struktur partai.
Kediri (beritajatim.com) – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mendorong Partai Golkar menghadirkan politik yang mampu memberikan solusi dan manfaat nyata bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Partai Golkar Kota Kediri sekaligus pelantikan Pimpinan Kecamatan Partai Golkar se-Kota Kediri di Aula DPD Partai Golkar, Jumat (21/8/2026).
Menurut Vinanda, Rakerda menjadi momentum strategis bagi Golkar untuk merumuskan arah kebijakan sekaligus memperkuat konsolidasi internal organisasi. Ia berharap hasil forum tersebut tidak berhenti pada penguatan mesin partai, tetapi menghasilkan gagasan yang semakin dekat dengan kebutuhan warga.
“Rapat kerja ini menjadi forum strategis untuk merumuskan arah kebijakan, serta konsolidasi internal partai. Saya percaya, Partai Golkar dengan sejarah panjang dan kiprah besar dalam perjalanan bangsa Indonesia, memiliki modal kuat untuk terus berkontribusi dalam pembangunan, khususnya di Kota Kediri,” tuturnya.
Politik Harus Dekat dengan Kepentingan Warga
Vinanda menilai kekuatan organisasi politik tidak semata-mata diukur dari struktur dan jumlah kader. Menurutnya, keberadaan partai juga harus memberikan kontribusi terhadap penyelesaian persoalan masyarakat.
“Kami menyadari, membangun Kota Kediri yang Mapan tidak bisa dilakukan sendiri. Butuh kolaborasi, termasuk bersama partai politik yang menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyerap aspirasi rakyat dan memperjuangkan kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap sinergi yang selama ini terjalin antara Pemerintah Kota Kediri dan Partai Golkar. Masukan konstruktif dari partai politik dinilai turut membantu pemerintah dalam menjalankan pembangunan.
Rakerda tersebut sekaligus menjadi bagian dari konsolidasi Golkar setelah pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) tahun sebelumnya. Salah satu fokusnya adalah memastikan struktur organisasi berjalan hingga tingkat akar rumput.
Struktur Golkar Diklaim Telah Terbentuk hingga Bawah
Ketua DPD Partai Golkar Kota Kediri Sudjono Teguh Wijaya mengatakan struktur kepengurusan di tingkat kecamatan hingga desa atau kelurahan telah dibentuk secara menyeluruh.
Menurutnya, pembentukan struktur tersebut merupakan tindak lanjut dari amanat Musda untuk memperkuat mesin partai hingga lapisan bawah.
“Ini bagian dari tugas Musda tahun lalu untuk merealisasikan struktur hingga bawah. Per kecamatan kita ada kurang lebih 25 anggota, dan di desa juga ada sekitar 25 anggota. Jadi 25 dikali 46 desa atau kelurahan yang sudah terbentuk untuk bisa meraih suara Golkar Kota Kediri nanti,” terangnya.
Penguatan struktur tersebut kemudian dikaitkan dengan target politik Golkar pada Pemilu mendatang. Partai berlambang pohon beringin itu menargetkan peningkatan jumlah kursi di DPRD Kota Kediri.
“Target kita nanti minimal 7 kursi, dari yang tadinya 5 kursi. Dan mudah-mudahan bisa minimal juga, atau maksimal itu jadi Ketua DPRD Kota Kediri,” tegas Sudjono.
Sasar Anak Muda dan Perempuan
Menghadapi dinamika politik ke depan, Golkar Kota Kediri juga menaruh perhatian pada regenerasi kader, khususnya kelompok anak muda dan perempuan.
Sudjono mengatakan partainya mulai memperkuat keterlibatan generasi muda melalui organisasi sayap partai. Salah satunya ditunjukkan dengan kepemimpinan AMPI yang kini diisi kader berusia muda.
“Tantangannya ya itu tadi, Pak Ketua sudah sampaikan bahwa kita harus merangkul anak muda. Insyaallah kita sudah merangkul anak muda. Ketua AMPI kita yang baru juga usianya masih 20 tahun, mahasiswa tingkat dua. Selain anak muda, kita juga menyasar perempuan yang nantinya insyaallah minimal 30 sampai 40 persen diisi kaum Hawa,” jelasnya.
Ketua DPD Golkar Jawa Timur Ali Mufthi juga menegaskan komitmen partainya memperkuat posisi generasi muda dalam struktur organisasi.
“Seluruh struktur Golkar mulai dari DPP, provinsi, hingga kabupaten/kota diisi hampir 40% oleh anak muda. Di DPP Golkar, ketua umum hingga jajaran pimpinan usianya hampir di bawah saya anak-anak muda semua. Di Golkar Jawa Timur, hampir 50% diisi anak muda, dan kita instruksikan di seluruh kabupaten/kota agar minimal 40% struktur diisi anak muda,” ujarnya.
Pengurus Kecamatan Jadi Penghubung Aspirasi
Pelantikan pengurus kecamatan menjadi bagian penting dalam penguatan struktur Golkar Kota Kediri. Sudjono menilai keberadaan pengurus di tingkat kecamatan dapat menjadi penghubung antara masyarakat dengan struktur partai di tingkat atas.
“Pengurus kecamatan itu sangat penting karena nanti membawahi banyak keluhan-keluhan. Dengan adanya kecamatan, bisa mengkoordinir aspirasi dari desa untuk disampaikan ke tingkat atas,” ungkapnya.
Selain mengumpulkan aspirasi, struktur di tingkat bawah juga diarahkan untuk menjalankan berbagai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Golkar Kota Kediri menyebut telah berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Kediri dalam sejumlah program sosial, termasuk bantuan bagi masyarakat kurang mampu.
“Kita kolaborasi sama Pemerintah Kota Kediri. Ada program bedah rumah yang diadakan oleh Mbak Wali dan bantuan dari DPP yang bisa membantu masyarakat miskin. Yang kedua juga Bantuan Modal (Bamut), kita usahakan ke depan betul-betul menyasar warga yang layak mendapatkan,” paparnya.
Mesin Partai Dipanaskan Berkala
Untuk menjaga konsolidasi tidak berhenti setelah Rakerda, DPD Golkar Kota Kediri menyiapkan agenda pertemuan dan pelatihan secara berkala bagi pengurus di tingkat kecamatan maupun desa atau kelurahan.
Pertemuan untuk pengurus kecamatan dijadwalkan setidaknya setiap tiga bulan. Sementara pengurus desa atau kelurahan ditargetkan melakukan pertemuan dua hingga empat kali dalam setahun.
“Tiap minimal 3 bulan kita ada pertemuan untuk kecamatan. Untuk desa, paling tidak setahun minimal 2 sampai 4 kali pertemuan. Mesin partai kita panaskan tiap 2 sampai 3 bulan agar bisa menyasar kepentingan masyarakat yang bisa kita bantu. Program-program Mbak Wali seperti sekolah dan BPJS gratis total bisa terealisasi dan dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Rakerda dan pelantikan pengurus kecamatan tersebut dihadiri Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur Ali Mufthi beserta jajaran, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Hadi Setiawan, Ketua DPD Partai Golkar Kota Kediri Sudjono Teguh Wijaya beserta jajaran, kader, serta sejumlah tamu undangan.
Vinanda Prameswati yang juga menjabat sebagai Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar Kota Kediri turut hadir dalam forum tersebut. Konsolidasi struktur, regenerasi kader, serta penguatan hubungan dengan masyarakat menjadi bagian dari agenda Golkar Kota Kediri menghadapi dinamika politik mendatang.
Di sisi pemerintah daerah, Vinanda menekankan pentingnya kolaborasi lintas unsur dalam pembangunan. Sementara bagi Golkar Kota Kediri, penguatan struktur hingga tingkat bawah menjadi modal untuk memperbesar peran politik sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara lebih langsung. [nm/ted]
Link informasi : Sumber