Bupati Fawait Ajak Masyarakat Jember Pasang Badan Bela Presiden Prabowo
Jember (beritajatim.com) – Bupati Muhammad Fawait mengajak masyarakat Kabupaten Jember, Jawa Timur, untuk membela kehormatan Presiden Prabowo Subianto. Ajakan ini dilontarkan dengan berapi-api saat membuka acara Kirab Budaya Ancak Agung yang dihadiri ribuan orang di Jalan Gajah Mada, Sabtu (22/8/2026).
“Acara-Ancak Agung ini merupakan bentuk syukur, karena ada kado yang istimewa yaitu akan diangkatnya PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) semuanya, akan diangkatnya PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK Penuh Waktu,” kata Fawait.
Menurut Fawait, itu kado terindah dari Presiden Prabowo Subianto kepada rakyat. Dia kemudian mengajak massa mengangkat tangan bersama-sama.
“Angkat tangannya semua sebagai bentuk setuju. Kalau ada yang menghina presiden, kita akan ada di garda terdepan untuk membela presiden. Setuju?” teriak Fawait, disambut teriakan ‘setuju’ dari massa.
“Setuju? Angkat tangannya semua. Yang di belakang angkat tangannya,” teriak Fawait lagi.
Fawait kemudian meminta izin untuk mengenakan syal putih dengan logo bendera Indonesia dan Palestina. “Ini bukan simbol agama, tapi simbol kemanusiaan. Karena di pembukaan Undang-Undang Dasar kita, kemerdekaan adalah hak segala bangsa,” katanya.
Syal itu dikenakan Bupati Fawait sebagai simbol dukungan warga Jember untuk kemerdekaan bangsa Palestina. “Ini bukan urusan agama, tapi ini adalah urusan kemanusiaan. Mudah-mudahan dari Jember untuk Indonesia dan untuk dunia. Allahumma sholli ala Muhammad,” pekiknya.
Acara Kirab Budaya Ancak Agung ini tak hanya dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, tapi juga pengurus organisasi kemasyarakatan lintas agama. “Kita doakan, mudah-mudahan Indonesia dari Sabang sampai Merauke selalu diberi dipenuhi keselamatan oleh Allah subhanahu wa taala,” kata Fawait.
Bupati Fawait mengajak semua berdoa agar Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap utuh. “Dan kalau ada yang mau merongrong NKRI, masyarakat Jember siap di garda terdepan untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.
Kirab Budaya Ancak Agung digelar untuk mempertahankan nilai-nilai budaya dan nilai-nilai kearifan lokal. “Karena budaya ini yang mempersatukan kita semuanya. Kalau berbicara budaya, berbicara Indonesia, sudah tidak ada sekat golongan, tidak ada sekat partai politik, tidak ada sekat suku, bahkan tidak ada sekat agama,” kata Fawait.
Menurut Fawait, warga Jember berkumpul menjadi satu dalam acara itu untuk membuktikan kekompakan membela Indonesia. “Kalau ada yang berusaha mengadu domba kita, memecah belah NKRI, menghina pemimpin tertinggi kita, kita bersama-sama kumpul siang hari ini untuk menunjukkan kepada mereka bahwa masyarakat Jember tidak bisa diadu domba,” katanya. [wir/kun]
Link informasi : Sumber