Lansia Pikun Terbakar sampai Meninggal di Persawahan Sumenep
Sumenep (beritajatim.com) – Suhaena (70), warga Dusun Karangkeng, Desa Nyabakan Barat, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, ditemukan meninggal dalam kondisi tubuh terbakar, di area tegalan atau sawah milik warga di Dusun Taroman.
Kepala Desa Nyabakan Barat, Lakso mengatakan, jenazah Suhaena pertama kali ditemukan warga sekitar yang akan mencari rumput. Saat berada di area tegalan, warga ini mencium bau tidak sedap.
“Ketika melihat ke arah timur, ternyata didapati ada sesosok tubuh dalam kondisi terbakar,” katanya, Jumat (28/08/2026).
Warga yang melihat pertama kali ini kemudian minta tolong ke warga sekitar. Setelah didekati, ternyata jenazah yang terbakar itu diketahui bernama Suhaena.
“Suhaena ini menurut keluarganya, hilang sejak Minggu, 23 Agustus 2026. Keluarganya sempat melakukan pencarian kemana-mana, tapi belum ketemu. Ternyata ini malah ditemukan sudah meninggal,” ujarnya.
Lokasi ditemukannya jenazah Suhaena cukup jauh dari pemukiman warga, sekitar 200 meter. Sedangkan dari jalan raya, lokasi itu berjarak sekitar 300 meter.
Petugas Polsek Batang-Batang selanjutnya mendatangi lokasi dan melakukan pengamanan tempat kejadian perkara dengan memasang garis polisi. Tim Identifikasi Polresta Sumenep juga melakukan olah TKP serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Jenazah korban kemudian dievakuasi oleh petugas Puskesmas Batang-Batang untuk dibawa ke rumah duka di Desa Nyabakan Barat.

Kapolresta Sumenep Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu melalui Kapolsek Batang-Batang AKP Ratman Desianto menjelaskan, dari keterangan pihak keluarga, korban selama ini diketahui mengalami gangguan kejiwaan dan pikun. Korban juga disebut memiliki kebiasaan merokok serta membakar sampah dan tumpukan kayu.
“Pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan autopsi luar maupun dalam terhadap jenazah. Karena itu, keluarga korban membuat surat pernyataan terkait keberatan otopsi tersebut,” ungkapnya.
Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh, keluarga menduga peristiwa tersebut merupakan kecelakaan sendiri.
“Namun petugas tetap melakukan langkah-langkah kepolisian berupa olah TKP, pendataan saksi, pengumpulan informasi, dokumentasi, serta koordinasi dengan pihak keluarga guna memastikan penanganan kejadian sesuai prosedur,” paparnya. (tem/but)
Link informasi : Sumber