Tol Tengah Kota Surabaya Diusulkan Geser ke Timur, Begini Alasannya

0

Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni mengusulkan perubahan trase Tol Tengah Kota Surabaya ke kawasan timur sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan konektivitas tanpa menambah tekanan pembangunan di kawasan tengah kota.

Menurut dia, opsi tersebut dapat mempertemukan kebutuhan pemerintah pusat terhadap jalur tol menuju Pelabuhan Tanjung Perak dengan kepentingan Pemkot Surabaya menjaga kawasan tengah kota.

Fathoni menilai kawasan timur memiliki peluang dikembangkan sebagai koridor baru karena Pemkot Surabaya juga telah memiliki rencana Jalan Luar Lingkar Timur (JLLT). Dengan menempatkan jalan tol dan JLLT dalam satu kawasan, keduanya dapat memiliki fungsi berbeda, yakni tol sebagai jalur berbayar dan JLLT sebagai alternatif jalan tidak berbayar.

“Jadi ini jalan tengah. Keinginan pemerintah pusat dan provinsi tentang di Surabaya harus ada jalan tol untuk mengurangi beban jalan Sidoarjo-Perak-Gresik itu tetap terakomodir. Pemerintah kota tetap bisa menjaga estetika tengah kota tanpa harus ada kewajiban membangun atau dilewati jalan tol,” ujar Arif Fathoni, Sabtu (29/8/2026).

Menurut politisi Golkar yang akrab disapa Mas Toni itu, kebutuhan terhadap jalur berkapasitas besar tetap penting karena pergerakan kendaraan menuju Pelabuhan Tanjung Perak berasal dari berbagai wilayah sekitar Surabaya. Karena itu, opsi trase ke timur dinilai dapat menjadi alternatif untuk membagi beban lalu lintas sekaligus membuka konektivitas baru.

“Di timur itu nanti ada jalan berbayar, jalan tol itu yang Perak-Juanda, dan ada perencanaan Pemkot, Jalan Luar Lingkar Timur yang tidak berbayar,” katanya.

Dia mengatakan keberadaan dua jaringan jalan di kawasan timur dapat memberikan pilihan bagi kendaraan sekaligus mendukung pergerakan logistik. Kawasan timur juga berpeluang tumbuh sebagai pusat kegiatan baru seiring hadirnya infrastruktur tersebut.

“Dengan dipisah di timur Surabaya, maka bisa sedikit mengurai beban tol Sidoarjo-Perak. Apalagi banyak truk itu muaranya ke Pelabuhan Tanjung Perak,” ujarnya.

Selain mengurai beban lalu lintas, pembangunan koridor baru tersebut dinilai dapat memberi dampak terhadap perkembangan kawasan timur Surabaya. Menurut dia, keberadaan dua ruas jalan dengan fungsi berbeda bisa memperkuat akses dan mendorong aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

“Dengan demikian akan ada ruas jalan baru. Tujuannya tentu semakin memudahkan beban logistik karena ada jalan alternatif tol yang lain. Yang kedua, kawasan timur Surabaya juga bisa berkembang karena akan ada dua pembangunan jalan,” jelasnya.

Dia menegaskan perubahan trase tidak berarti Pemkot Surabaya mengambil alih kewajiban pembangunan jalan tol. Jika statusnya tetap sebagai jalan tol berbayar, pembangunan tetap menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

“Hanya lokasinya saja yang dipindahkan. Tetap kewajibannya ada di pemerintah pusat karena jalan berbayar,” tegasnya.

Dia juga melihat persoalan lahan di kawasan timur berpotensi menjadi salah satu pertimbangan dalam pembahasan trase baru. Sebagian lahan yang berpotensi masuk dalam jalur tersebut disebut merupakan aset Pemkot Surabaya. “Kalau pembebasan lahannya, sebagian besar lahan itu punya Pemkot sehingga lebih memudahkan,” katanya.

Dia berharap gagasan tersebut dapat dibahas bersama antara Pemkot Surabaya, Pemprov Jawa Timur dan pemerintah pusat. Menurut dia, pembicaraan lintas pemerintahan diperlukan agar kebutuhan konektivitas regional tetap terpenuhi tanpa mengabaikan kepentingan penataan kota. “Mudah-mudahan wali kota, gubernur dan pemerintah pusat bisa duduk bareng membicarakan ini,” ujarnya.

Usulan tersebut pada akhirnya menawarkan perubahan lokasi, bukan penghapusan kebutuhan terhadap jalan tol di Surabaya. Dia berharap koridor timur dapat menjadi pilihan yang sekaligus mendukung logistik, mengembangkan kawasan timur dan menjaga kawasan tengah kota.

“Skema ini bisa menjadi jalan tengah antara kebutuhan konektivitas jalan tol dengan kepentingan Surabaya menjaga kawasan tengah kota, sekaligus membuka alternatif baru bagi pergerakan logistik menuju Pelabuhan Tanjung Perak,” pungkasnya. [asg/kun]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.