Cak Takim, Penyanyi Lumajang yang Tetap Jadi Sopir Truk Pasir Semeru

0

Ringkasan Berita:

  • Muhammad Mustakwim atau Cak Takim merupakan penyanyi asal Desa Denok, Lumajang.
  • Ia meniti karier musik sembari tetap bekerja sebagai sopir truk pasir di lereng Gunung Semeru.
  • Cak Takim merilis single dangdut berbahasa Jawa Timur berjudul “Sopir”.
  • Lagu tersebut terinspirasi dari kehidupan sehari-hari dan cerita para sopir di warung kopi.

Lumajang (beritajatim.com) – Kisah hidup Muhammad Mustakwim atau Cak Takim, penyanyi asal Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tidak lepas dari perjuangan menekuni dua profesi sekaligus. Di satu sisi ia menggenggam mikrofon sebagai penyanyi, sementara di sisi lain tetap memegang kemudi truk pasir di lereng Gunung Semeru.

Pria kelahiran Desa Denok, Kabupaten Lumajang, itu membuktikan bahwa pekerjaan sebagai sopir truk tidak menghalanginya untuk mengejar karier di dunia musik.

Bahkan, pengalaman selama menjadi sopir justru menjadi sumber inspirasi bagi karya musiknya. Cak Takim baru saja merilis single terbarunya berjudul “Sopir” pada Jumat, 29 Agustus 2026.

Lagu bergenre dangdut dengan lirik berbahasa Jawa Timur tersebut mengangkat kehidupan para sopir truk. Mulai dari kebiasaan mampir ngopi, bercanda, hingga godaan terhadap penjaga warung menjadi cerita yang dituangkan dalam lagu tersebut.

Cerita itu bukan sekadar hasil imajinasi. Cak Takim mengambil inspirasi langsung dari kehidupan yang ia jalani bersama rekan-rekan sesama sopir.

“Jadi, inspirasinya itu dari kehidupan nyata, dari cerita teman di warung kopi. Ada yang istrinya dua gitu,” ucap Cak Takim di Lumajang, Senin (31/8/2026).

Perjalanan Cak Takim di dunia musik sebenarnya telah dimulai sejak duduk di bangku SMA. Namun, aktivitas bermusik sempat terhenti karena tuntutan pekerjaan.

Ia kemudian kembali bernyanyi setelah mendapat dorongan dari teman-teman dan dukungan keluarga. Dari sana, Cak Takim kembali menekuni dunia musik hingga akhirnya melahirkan karya yang mengangkat profesinya sendiri.

Kini, single “Sopir” milik Cak Takim berada di bawah naungan Gema Suara Indonesia (GSI) Records dan Graha Suara Publishing (GSP).

Meski telah mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan karier sebagai penyanyi, Cak Takim tidak berniat meninggalkan pekerjaan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupannya.

Ia tetap ingin menjalani profesi sebagai sopir sekaligus penyanyi.

“Tetap di jalur. Kehidupan sehari-hari begini ya begini saja,” katanya.

Bagi Cak Takim, menjadi penyanyi tidak harus membuatnya meninggalkan pekerjaan sebagai sopir truk. Justru pengalaman di jalan dan kehidupan bersama sesama sopir menjadi bagian dari identitas sekaligus sumber cerita dalam musiknya.

Sementara itu, Direktur Utama GSI Records Roby Satria mengatakan single “Sopir” untuk tahap awal akan difokuskan menyasar pasar Jawa Timur.

Menurutnya, tema lagu yang mengangkat kehidupan sopir membuat karya tersebut memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Karena itu, pihaknya berharap lagu tersebut dapat diterima oleh berbagai kalangan.

“Jadi, ini langkah awalnya ya, kemudian nanti kita akan menuju nasional. Doakan lagu ini sukses dan bisa diterima semua kalangan gitu,” ungkap mantan gitaris Band Geisha tersebut.

Dengan single “Sopir”, Cak Takim kini membawa kisah profesinya sendiri ke dalam musik. Dari balik kemudi truk pasir di lereng Semeru, ia mencoba memperluas perjalanan kariernya sebagai penyanyi tanpa meninggalkan pekerjaan yang selama ini menjadi bagian dari hidupnya. [has/beq]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.