Gus Shohib Optimistis Kepemimpinan Gus Kikin dan Abuya Miftah
Pasuruan (beritajatim.com) – Tokoh muda Nahdliyin sekaligus praktisi media, Shohibul Hujjah atau yang akrab disapa Gus Shohib, menyambut penuh optimisme terpilihnya KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Kepemimpinan Tanfidziyah tersebut berjalan beriringan dengan jajaran nakhoda Syuriyah PBNU di bawah naungan Rais Aam KH Miftachul Akhyar (Abuya Miftah).
Gus Shohib menilai perpaduan kepemimpinan Gus Kikin dan Abuya Miftah merupakan representasi paripurna untuk menjawab harapan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan pada penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang. Perpaduan ini diyakini sangat ampuh dalam memperkuat peran historis organisasi, menjaga stabilitas sosial, serta menggerakkan kebangkitan ekonomi umat berbasis tradisi kultural.
“Kultur pesantren besar di Jawa Timur membentuk integritas kepemimpinan yang bersahaja, mandiri, dan berakar pada nurani umat. Duet Gus Kikin dan Abuya Miftah bukan hanya menghadirkan kepemimpinan formal, melainkan membawa kembali marwah keulamaan pesantren yang teduh, berprinsip, dan mampu mengayomi lintas generasi serta kelompok,” ujar Gus Shohib.
Landasan kepemimpinan PBNU saat ini dinilai sangat kokoh karena berakar langsung dari rahim pesantren-pesantren legendaris di Jawa Timur. Gus Kikin berakar kuat pada tradisi khidmah Pesantren Tebuireng Jombang sebagai pusat perjuangan para muassis NU, sedangkan Abuya Miftah mengakar dari Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya yang sarat sanad keilmuan fiqih.
Dua figur ulama ini dinilai memiliki integritas tinggi dan reputasi moral yang meluas di sanubari warga Nahdliyin dari berbagai tingkatan. Kehadiran mereka di pucuk pimpinan PBNU diyakini mampu menjaga keseimbangan antara spiritualitas keagamaan dan dinamika keorganisasian modern.
“Pesan Presiden bahwa ‘tidak ada kemakmuran tanpa keadilan’, serta komitmen memberdayakan jejaring pesantren sebagai pilar ekonomi kerakyatan, menemukan momentum terbaiknya saat ini. Gus Kikin memiliki akar tradisi keulamaan yang luhur dan jiwa wirausaha teruji, sementara Abuya Miftah menjadi kompas moral dan syariat yang kokoh. PBNU ke depan akan jauh lebih solid mengawal pemerataan ekonomi umat di seluruh pelosok tanah air,” lanjut tokoh muda NU tersebut.
Optimisme ini kian diperkuat oleh rekam jejak Gus Kikin yang pernah aktif dalam kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur periode 2000–2013. Pengalaman teknis di dunia bisnis tersebut membuktikan kepekaan manajerial dan kewirausahaan Gus Kikin yang aplikatif tanpa tercerabut dari adab kepesantrenan.
Integrasi antara wawasan bisnis modern dan nilai-nilai kultural Islam Nusantara ini diharapkan menjadi modal besar dalam memperkokoh posisi NU sebagai jangkar rekonsiliasi serta kemandirian ekonomi bangsa. Jaringan kepemimpinan baru PBNU siap melangkah bersama seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan kemaslahatan keumatan secara berkelanjutan. (ada/ian)
Link informasi : Sumber