Perbaikan Longsor Selatan Telaga Sarangan Masih Tunggu Anggaran Pusat
Ringkasan Berita:
- Perbaikan longsor di bagian selatan Telaga Sarangan, Magetan, masih menunggu kepastian anggaran dari pemerintah pusat.
- DPUPR Magetan telah mengusulkan penanganan melalui perubahan APBN, tetapi nominal yang disetujui belum diketahui.
- Pekerjaan diharapkan dapat dilakukan sekitar September-Oktober setelah kondisi air atau tanah yang terdampak mulai surut.
- DPUPR Magetan masih berkoordinasi dengan BBWS Bengawan Solo terkait pengajuan anggaran dan penanganan longsor.
Magetan (beritajatim.com) – Perbaikan longsor di bagian selatan Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, masih menunggu kepastian anggaran dari pemerintah pusat. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan menyebut usulan penanganan telah diajukan melalui perubahan APBN, tetapi besaran anggaran yang disetujui belum diketahui.
Kepala DPUPR Magetan Muhtar Wahid mengatakan, perkembangan terbaru terkait penanganan longsor diperoleh setelah dirinya bertemu dengan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dalam kegiatan sosialisasi di Magetan.
Menurut Muhtar, usulan anggaran untuk perbaikan kawasan terdampak longsor tersebut masih dalam proses pengajuan. Pemerintah daerah belum menerima kepastian mengenai nominal anggaran yang nantinya dialokasikan untuk pekerjaan tersebut.
“Terkait longsor di bagian selatan Telaga Sarangan, terakhir saya ketemu dengan kepala BBWS Bengawan Solo, kemarin waktu sosialisasi di Magetan bahwa ini masih diajukan di P APBN anggarannya belum ada informasi disetujui berapa tapi masih diajukan anggarannya ke P APBN,” kata Muhtar, Kamis (3/9/2026).
Ia menegaskan, hingga kini belum mendapatkan informasi terbaru terkait persetujuan maupun besaran anggaran yang akan digunakan. Karena itu, pemerintah daerah masih menunggu proses pengusulan di tingkat pemerintah pusat.
“Jadi menurut saya belum dapat informasi terakhir apakah sudah disetujui anggarannya berapa saya belum dapat tapi masih dalam proses untuk diusulkan di PA APBN. Sama dengan kita sekarang membahas PA APBD seperti ini,” ujarnya.
Apabila usulan tersebut mendapat persetujuan, pekerjaan perbaikan longsor dapat dilakukan dengan menggunakan dukungan anggaran perubahan APBN. Skema tersebut menjadi bagian dari penanganan kerusakan infrastruktur akibat longsor di kawasan selatan Telaga Sarangan.
Muhtar menjelaskan, waktu pelaksanaan perbaikan juga akan menyesuaikan kondisi di lapangan. Pekerjaan diharapkan dapat dilakukan ketika kondisi kawasan sudah lebih memungkinkan untuk ditangani, terutama setelah air atau kondisi tanah yang terdampak mulai surut.
“Ya PA APBN dan kemarin kan sekitar bulan September ya. Kan kalau sudah surut gitu ya. September Oktober surut baru bisa dilaksanakan untuk perbaikannya. Mudah-mudahan nanti bisa,” tuturnya.
Longsor di kawasan Telaga Sarangan menjadi perhatian karena wilayah tersebut merupakan salah satu kawasan wisata utama di Magetan. Selain berkaitan dengan keselamatan pengguna jalan, kondisi infrastruktur di kawasan tersebut juga berpengaruh terhadap mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi yang bergantung pada kunjungan wisatawan.
Telaga Sarangan berada di Kecamatan Plaosan, kawasan lereng Gunung Lawu yang memiliki karakter geografis berupa wilayah perbukitan dan kemiringan lereng. Kondisi tersebut membuat penanganan dampak longsor membutuhkan perencanaan teknis dan pelaksanaan yang disesuaikan dengan kondisi cuaca serta kestabilan tanah.
Kepastian pendanaan menjadi faktor penting sebelum pekerjaan fisik dilakukan. Tanpa kejelasan alokasi anggaran, pemerintah daerah belum dapat memastikan kapan seluruh tahapan perbaikan dapat dimulai. Di sisi lain, penanganan yang tertunda berpotensi membuat kerusakan semakin berdampak terhadap akses masyarakat apabila terjadi longsor susulan.
Saat ini DPUPR Magetan masih menunggu perkembangan pengajuan anggaran melalui perubahan APBN serta melakukan koordinasi dengan BBWS Bengawan Solo. Pemerintah berharap anggaran tersebut dapat disetujui sehingga pekerjaan perbaikan longsor di selatan Telaga Sarangan bisa dilaksanakan sekitar September-Oktober, dengan tetap mempertimbangkan kondisi lapangan. [fiq/beq]
Link informasi : Sumber