Imigrasi Blitar Raup PNBP Rp12,41 Miliar hingga Agustus 2026

0

Ringkasan Berita:

  • Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar membukukan PNBP Rp12,41 miliar sepanjang Januari-Agustus 2026.
  • Capaian tersebut ditopang 21.227 permohonan dokumen perjalanan dan 211 permohonan izin tinggal WNA.
  • Layanan paspor didominasi kebutuhan pariwisata 44,6 persen, disusul bekerja sebagai pekerja migran 24,3 persen dan umrah 20,7 persen.
  • Selain pelayanan, Imigrasi Blitar memperkuat pengawasan WNA, penegakan hukum, program pencegahan TPPO/TPPM, serta pengembangan SDM dan program sosial.

Blitar (beritajatim.com) – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar mencatat penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp12,41 miliar sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Capaian tersebut sejalan dengan tingginya permohonan dokumen perjalanan dan izin tinggal warga negara asing (WNA).

Selama delapan bulan pertama 2026, tercatat 21.227 permohonan dokumen perjalanan yang masuk ke Imigrasi Blitar. Selain itu, terdapat 211 permohonan izin tinggal bagi WNA.

Kepala Kantor Imigrasi Blitar Aditya Nursanto mengatakan capaian tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat. Di sisi lain, hasil itu menjadi bagian dari upaya jajarannya memberikan pelayanan publik yang mudah diakses.

“Capaian kinerja hingga Agustus 2026 ini menunjukkan komitmen kami untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang transparan dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Aditya, Kamis (3/9/2026).

Dari 21.227 permohonan dokumen perjalanan, sebanyak 13.044 merupakan pengajuan paspor baru. Sementara 8.183 lainnya berupa permohonan penggantian paspor.

Jika dilihat berdasarkan tujuan keberangkatan, pariwisata menjadi kebutuhan yang paling banyak diajukan, dengan porsi 44,6 persen. Setelah itu, permohonan untuk bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau pekerja migran mencapai 24,3 persen dan kebutuhan ibadah umrah sebesar 20,7 persen.

Permohonan untuk bekerja di sektor formal tercatat 5,3 persen. Kemudian tujuan pendidikan atau belajar sebesar 4,1 persen, ibadah haji 3,8 persen, dan kebutuhan pengobatan medis di luar negeri sebesar 0,2 persen.

Untuk menjangkau masyarakat yang berada di luar wilayah perkotaan, Imigrasi Blitar juga memperluas pelayanan melalui program jemput bola. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, layanan Pasporia telah digelar sebanyak lima kali, sedangkan Eazy Paspor dioperasikan sebanyak 12 kali.

Pelayanan tersebut berjalan beriringan dengan pengawasan dan penegakan hukum keimigrasian. Dalam periode yang sama, Imigrasi Blitar menindak satu warga negara Ukraina yang terbukti melanggar aturan izin tinggal karena overstay dan berstatus tanpa kewarganegaraan atau stateless.

WNA tersebut telah dikenai Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK). Sementara terhadap orang asing lainnya, pengawasan dilakukan melalui kolaborasi rutin Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) di wilayah Kota dan Kabupaten Blitar.

Upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPM) juga diperkuat melalui program Imigrasi Masuk Desa dan pembentukan enam Desa Binaan.

Di luar tugas pokok dan fungsi keimigrasian, Imigrasi Blitar juga menjalankan sejumlah program kemasyarakatan. Salah satunya melalui kontribusi di sektor ketahanan pangan lewat Koperasi Sumekarmas yang bekerja sama dengan MD Farm.

Program tersebut mengelola 200 ekor ayam petelur dengan produksi sekitar 10 kilogram telur per hari. Dalam sebulan, kegiatan ini menghasilkan keuntungan bersih Rp1,8 juta dengan skema bagi hasil 70 persen untuk koperasi dan 30 persen untuk mitra.

Pengembangan kapasitas sumber daya manusia juga dilakukan melalui kerja sama dengan UIN Sayyid Ali Rahmatullah (Satu) Tulungagung. Kerja sama tersebut membuka kelas S1 khusus bagi 20 personel Imigrasi Blitar.

Program edukasi itu juga diperluas melalui Ngampus Bareng Imigrasi yang memberikan pembekalan kepada mahasiswa mengenai literasi pencegahan TPPO/TPPM.

“Pelayanan keimigrasian tetap menjadi pilar utama kami. Namun, penegakan hukum, pengawasan, serta program aksi yang membawa kemanfaatan langsung bagi masyarakat luas akan terus berjalan beriringan,” pungkas Aditya. [owi/beq]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.