Kapsul Daun Sirsak Anti-Kanker Serviks Buatan Mahasiswa FK Raih Emas di Jepang

0

Malang (beritajatim.com) – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) menciptakan inovasi kapsul terapi kanker serviks dari daun sirsak liar bernama SUPER NOVA.

Inovasi ini berhasil meraih Gold Medal sekaligus Special Award dalam ajang Japan Design, Idea and Invention Expo (JDIE) 2026 di Kansai Airport Conference Halls, Osaka, Jepang.

​Karya kesehatan tersebut dirancang oleh delegasi mahasiswa yang dipimpin oleh Rossi Imam Prasojo (Angkatan 2024), bersama lima rekannya yakni Fajar Mubarok Al Sya’bani, Adara Hulwa Fania, Aryo Jalu Megan Rahmawan, Quincy Esther Stephanie, dan Alika Maulidya (Angkatan 2025).

​Ketua tim, Rossi Imam Prasojo, menuturkan bahwa pemilihan daun sirsak liar didasari oleh efektivitas kandungan zat aktifnya yang mampu memicu apoptosis atau kematian sel abnormal. Ia menyebut formulasi kapsul ini mengandalkan senyawa acetogenin guna menyasar gangguan metabolisme pada sel kanker serviks.

​”Kami memanfaatkan daun sirsak liar yang memiliki kandungan acetogenin karena berpotensi mendorong kematian sel kanker,” kata Rossi.

​Rossi menjelaskan, urgensi penggarapan riset ini dipicu oleh prevalensi kanker leher rahim yang masih menempati daftar masalah kesehatan fatal secara global. Berangkat dari kegelisahan tersebut, tim mendedikasikan waktu sekitar enam bulan untuk merampungkan formulasi awal.

​”Kalau dilihat dari latar belakang dan data yang ada, kanker serviks di dunia masih cukup tinggi kasusnya. Sebenarnya inovasi ini bisa dikembangkan untuk jenis kanker lain juga. Cuma untuk penelitian kami saat ini memang difokuskan pada kanker serviks,” tuturnya menambahkan.

Kapsul terapi kanker serviks dari daun sirsak liar bernama SUPER NOVA buatan mahasiswa UB (Foto: Istimewa)

​Pembuatan ekstrak SUPER NOVA dijalankan melalui serangkaian tahapan sistematis. Daun sirsak liar yang telah dikumpulkan dikeringkan, kemudian ditumbuk hingga menjadi serbuk halus. Bahan tersebut lantas diekstraksi memakai pelarut khusus untuk mengikat senyawa bioaktif, disaring, serta dipekatkan hingga menghasilkan ekstrak murni.

Setelah ekstrak didapat, mereka menguji kandungan senyawa aktif lewat simulasi komputasi in silico..​Saat ini, Rossi dan rekan-rekannya terus memperdalam riset menuju tahap molecular dynamics. Pihaknya membidik penyusunan draf publikasi ilmiah ke jurnal terakreditasi pada September 2026 mendatang.

Foto BeritaJatim.com
Kapsul terapi kanker serviks dari daun sirsak liar bernama SUPER NOVA buatan mahasiswa UB (Foto: Istimewa)

​Keberhasilan riset ini turut dikawal dosen pembimbing, dr. Bayu Lestari, M.Biomed., Ph.D. Ia mengapresiasi etos kerja dan kolaborasi para mahasiswa yang mampu membagi peran riset secara solid meski baru menduduki bangku awal perkuliahan.

​”Mereka pekerja tim dan saya lihat mereka itu memiliki pembagian tugas yang cukup efisien. Mereka rasa ingin tahunya cukup baik dan mereka ingin terus melanjutkan proyek ini sebenarnya,” ujar dr. Bayu.

​Kendati demikian, Bayu menggarisbawahi bahwa kapsul SUPER NOVA baru menuntaskan fase penambatan molekuler (molecular docking). Riset masih membutuhkan rentang panjang berupa uji in vitro pada kultur sel kanker serta uji in vivo menggunakan hewan coba sebelum siap dikonsumsi publik.

​Di samping tahapan ilmiah, kendala sokongan modal masih membayangi kelanjutan proyek, lantaran sejauh ini riset masih mengandalkan biaya mandiri. Dr. Bayu berharap ada dukungan dana agar penelitian tidak berhenti di tengah jalan.

​”Kalau saya sebagai pembimbing, jujur merasa bangga dengan prestasi adik-adik mahasiswa. Apalagi adik-adik ini sebenarnya masih semester dua waktu penelitian itu, masih tahun pertama di Fakultas Kedokteran,” katanya mengakhiri. (dan/ted)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.