Pameran Seni Veridisquo Artchemist x Jackson: Ketika Puisi Amir Mantis Dituangkan ke Sepatu Lokal
Surabaya (beritajatim.com) – Artchemist menggelar pameran seni kolaboratif bertajuk Veridisquo yang memadukan dunia sastra, musik, dan seni visual di Samata House, Jl. Lingga No. 6, Surabaya.
Menggandeng merek sepatu lokal Jackson Shoes serta 12 seniman berbakat, pameran ini menyajikan pameran kanvas berjalan (Walkable Canvas Exhibition) dan instalasi seni hingga pasar seni kreatif.
“Kami berfokus pada niche dunia kesenian. Ini adalah beberapa acara rangkaian yang kami kerjasamakan bersama brand Jackson, di mana kami menggandeng 12 seniman,” kata co-founder Artchemist, Athia Alamanda di Samata House, Senin (7/9/2026).
Pameran bertajuk Veridisquo ini merespons karya-karya puisi dari Amir Mantis, pujangga sekaligus vokalis dari band The Jeblogs. Sejumlah 6 seniman visualisasi melukiskan respons estetis mereka langsung di atas media sepatu Jackson sebagai bentuk refleksi fashion statement anak muda.
“Kami mengambil judul Veridisquo karena Veridisquo adalah sebuah keyakinan untuk para penikmat pujangga untuk meyakini bahwa sesuatu terjadi karena alasan,” tutur Athia.
Eksplorasi medium lukis sepatu dipilih karena footwear dinilai sangat dekat dengan gaya hidup serta ekspresi kebudayaan generasi muda saat ini. Lewat kerja sama dengan Jackson, sepatu tidak hanya alat alas kaki, melainkan kanvas eksperimental yang hidup.
“Anak muda enggak lepas dari culture untuk memakai fashion. Fashion adalah statement kami sebagai anak muda adalah sepatu, jadi kenapa tidak untuk sepatu kami cairkan dalam sebuah karya bersama seniman di Culti,” jelas Athia.
Eksibisi ini dijadwalkan berlangsung selama 7 hari penuh mulai tanggal 7 hingga 13 September 2026, dengan jam buka mulai pukul 15.00 WIB. Pemilihan pembukaan pameran pada hari Senin disengaja sebagai simbolisasi perayaan ‘Hari Seni’ bagi para penikmat kesenian.
“Acara ini berlangsung dari hari ini, tanggal 7 September di hari Senin. Kenapa hari Senin? Kami sibukkan dengan ‘Hari Seni’ yang sangat panjang dan acara ini akan berlangsung selama 7 hari sampai tanggal 13,” lanjut Athia.
Kolaborasi ini menjadi langkah lanjutan bagi Jackson Shoes dalam merangkul komunitas kreatif dan merespons medium yang beragam. Berbagai karya custom mulai dari sandal berbahan Phylon, sepatu, hingga kotak sepatu Jackson dihiasi karya visual untuk dijadikan aset koleksi pameran.
“Ini keduanya kita berkolaborasi dengan ilustrator dari Artchemist. Dan untuk semua sepatu yang udah di-ilust itu kita enggak perjualbelikan untuk sementara, jadi tetap jadi koleksi pribadi kita aja, asetnya Jackson,” ungkap Brand Marketing Jackson Shoes, Akmalia.
Tinggi penerimaan dari para pemuda mendorong Jackson Shoes untuk terus membuka ruang kolaborasi seni, fashion, dan musik secara berkelanjutan. Rencana pameran serupa bahkan sudah diproyeksikan untuk kembali hadir di masa mendatang melihat tingginya antusiasme yang ada.
“Melihat antusiasnya para teman-teman dari kalangan muda, jadi kayaknya tahun depan kita bakal ngadain lagi. Anak muda itu dekat dengan fashion, terus setelah itu ada musik yang biasanya bagian dari seni, jadi kita masuk ke situ,” kata Akmalia.
Selain pameran karya visual dan instalasi dari Good Job Team yang dikurasi bersama Fithrotul Mumtaz, pengunjung juga disuguhkan berbagai program interaktif. Rangkaian acara diwarnai dengan talkshow peluncuran Poetry Zine Amir Mantis, Artist Talk, penampilan musik dari Christabel Annora hingga Thomas Glaop, serta gelaran Sabtoo Market Lite.[asg/ted]
Link informasi : Sumber