Balon Pecah, Tawa Membuncah: Cara Unik PWI Mojokerto Peringati Maulid Nabi
Ringkasan Berita:
- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di PWI Mojokerto Raya berlangsung unik. Usai sholawat dan tausiyah, balon berisi uang tunai pecah dan menghadirkan suasana penuh tawa serta kebersamaan.
- Para anggota PWI Mojokerto Raya yang biasanya sibuk mengejar berita, malam itu menikmati momen berbeda dengan berburu uang dari balon kejutan. Aksi sederhana tersebut menciptakan suasana hangat dan mempererat silaturahmi.
- Selain menghadirkan hiburan unik, kegiatan “Gema Sholawat” PWI Mojokerto Raya menjadi pengingat pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW melalui nilai kejujuran, amanah, dan kebersamaan.
Mojokerto (beritajatim.com) – Tidak ada yang menyangka, rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mojokerto Raya, Senin (7/9/2026) malam, berakhir dengan suasana penuh tawa dan keceriaan.
Usai lantunan sholawat dan tausiyah yang membawa suasana khidmat, puluhan balon yang menghiasi ruangan tiba-tiba menjadi pusat perhatian. Satu per satu balon tersebut pecah, disusul suara letusan yang memecah suasana.
“Dar der dor…dor…”
Namun, suara itu bukan pertanda adanya kejadian darurat. Justru sebaliknya, itulah awal dari momen paling meriah dalam acara tersebut.
Dari dalam balon yang pecah, uang tunai dengan nominal beragam mulai dari Rp2 ribu hingga Rp50 ribu berhamburan bersama serpihan plastik kerlap-kerlip. Seketika, ruangan yang sebelumnya tenang berubah menjadi penuh sorak, tawa, dan canda.
Para wartawan yang sehari-hari terbiasa mengejar berita, menghadapi berbagai peristiwa, serta berpacu dengan waktu demi sebuah pemberitaan, malam itu memiliki cerita berbeda. Mereka bukan lagi memburu informasi, melainkan berburu kejutan kecil yang jatuh dari balon-balon penuh rezeki.
Suasana akrab pun tercipta. Tidak ada jarak antara satu anggota dengan lainnya. Semua larut dalam kegembiraan sederhana yang menghadirkan kehangatan di tengah rutinitas dunia jurnalistik yang penuh dinamika.
Momen unik tersebut menjadi penutup rangkaian “Gema Sholawat” dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar PWI Mojokerto Raya. Kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan setiap tahun itu kali ini menghadirkan Ustaz Hamsah, atau yang lebih dikenal dengan nama Brandal Qori, sebagai penceramah.
Sementara itu, lantunan sholawat yang menambah kekhusyukan acara dibawakan oleh grup Al-Banjari Sabillah.

Ketua Panitia Maulid Nabi, M Zainudin, menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota PWI Mojokerto Raya, para tamu undangan, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, makna terbesar dari peringatan Maulid Nabi bukan hanya terletak pada rangkaian acara, tetapi juga bagaimana momen tersebut mampu memperkuat kebersamaan dan mempererat silaturahmi.
“Yang terpenting dalam kegiatan ini adalah kebersamaan dan bagaimana kita bersama-sama memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW,” ungkapnya.
Ketua PWI Mojokerto Raya, Aminuddin Ilham, menegaskan bahwa Maulid Nabi bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum untuk kembali meneladani akhlak Rasulullah SAW.
Ia menyebut nilai kejujuran, amanah, dan perjuangan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW juga menjadi pedoman penting bagi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Kita berharap dengan memperingati Maulid Nabi ini mendapatkan syafaat dari Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Yang lebih penting, kita bisa meneladani akhlak dan perjuangan beliau dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kita untuk membangun kebersamaan sekaligus memperkuat nilai-nilai moral dan spiritual di lingkungan PWI,” harapnya.
Bagi PWI Mojokerto Raya, kegiatan keagamaan bukan hanya sekadar seremoni. Berbagai agenda seperti tadarus Ramadan, Idul Adha, hingga Maulid Nabi menjadi ruang untuk mempererat hubungan kekeluargaan di antara anggota.
Dan malam itu, balon-balon yang pecah bukan hanya menyebarkan uang tunai, tetapi juga menghadirkan sesuatu yang jauh lebih berharga: tawa, kebersamaan, dan kenangan.
Sebuah pesan sederhana bahwa kebahagiaan sering kali hadir dari hal-hal kecil. Dari sebuah kejutan yang tidak terduga, lahir suasana hangat yang menguatkan persaudaraan dalam bingkai kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. [tin/suf]
Link informasi : Sumber