Stasiun Cerme Gresik Berubah Jadi Klinik dan Perpustakaan, 250 Warga Dapat Layanan Gratis
Gresik (beritajatim.com)- Aktivitas di Stasiun Cerme, Kabupaten Gresik, Selasa (8/9/2026), terlihat berbeda. Di tengah lalu lalang penumpang, warga dan pelajar justru mendapat pelayanan kesehatan gratis sekaligus ruang membaca melalui ‘Rail Clinic dan Rail Library’ milik PT KAI Daop 8 Surabaya.
Sekitar 250 warga dan siswa sekolah dasar mengikuti kegiatan tersebut. Mereka bisa memanfaatkan pemeriksaan kesehatan, layanan gigi, pemeriksaan mata, kebidanan dan USG, laboratorium hingga mendapatkan obat tanpa dipungut biaya.
Tak hanya itu, para siswa juga diajak membaca berbagai koleksi buku di Rail Library. Fasilitas perpustakaan keliling berbentuk kereta tersebut dilengkapi koleksi bacaan anak, ensiklopedia hingga layanan digital melalui layar sentuh.
Executive Vice President KAI Daop 8 Surabaya Daniel Johannes Hutabarat mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-81 KAI sekaligus program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
“Kami ingin kehadiran KAI bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Tidak hanya memberikan layanan transportasi, tetapi juga ikut berkontribusi dalam bidang kesehatan dan pendidikan,” ujar Daniel.
Pelayanan kesehatan tersebut didukung dua dokter umum, dua dokter gigi, 10 paramedis, dua apoteker, dua analis serta dua refraksionis optisien.
KAI juga memberikan 50 kacamata kepada siswa SD Negeri 45 Gresik dan SD Negeri Kambingan Cerme. Bantuan lainnya berupa 50 paket oral hygiene, 50 tas sekolah lengkap dengan alat tulis, perlengkapan olahraga serta 15 paket gizi untuk ibu hamil.
Mustari (60) salah seorang warga yang mengikuti pemeriksaan mengaku terbantu dengan adanya layanan kesehatan gratis tersebut.
Menurut dia, pelayanan seperti ini memudahkan warga memperoleh pemeriksaan tanpa harus pergi jauh.
“Alhamdulillah bisa periksa kesehatan sekaligus mendapat obat. Pelayanannya juga cukup lengkap,” ungkapnya.
Bagi para siswa, kehadiran Rail Library menjadi pengalaman tersendiri. Mereka tidak hanya membaca buku secara konvensional, tetapi juga dapat mengakses bahan bacaan digital dan video edukasi.
Selain pelayanan medis, petugas memberikan edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat serta keselamatan di sekitar jalur kereta api.
Daniel berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pemberian layanan sesaat. Edukasi kesehatan dan budaya membaca dinilai penting untuk membangun kebiasaan positif sejak usia sekolah.
“Kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan dan anak-anak semakin dekat dengan pengetahuan,” tutur Daniel.
Melalui program tersebut, Stasiun Cerme untuk sementara bukan hanya menjadi tempat keberangkatan dan kedatangan penumpang. Ruang publik itu juga menjadi titik bertemunya layanan kesehatan, pendidikan dan kepedulian sosial KAI kepada masyarakat. [dny/aje]
Link informasi : Sumber