Psikis Pasien Anak Jadi Perhatian Utama usai Kebakaran Landa RSSA Malang

0

Malang (beritajatim.com) – Manajemen Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang fokus pada pemulihan psikologis pasien pasca kebakaran di dapur ruang instalasi gizi pada Rabu, (9/9/2026) sore. Mereka langsung menerjunkan tim psikiater dan psikolog untuk melakukan pendampingan pada pasien.

Direktur RSSA Moch Bachtiar Budianto mengatakan bahwa pasien anak yang berada di ruang inap menjadi perhatian utama manajemen. Tim psikiater dan psikolog akan melakukan pendampingan hingga Kamis, (10/9/2026) besok.

“Anak jadi perhatian khusus bukan hanya orang dewasa. Antisipasi kita lakukan skrining ulang, termasuk resiko psikis dan fisik. Ada tim dari psikiater dan psikolog yang mendampingi sampai besok, pasti akan didampingi sampai besok akan diedukasi,” kata Direktur RSSA Moch Bachtiar Budianto.

Wakil Direktur pelayanan dan medik RSSA Syaifullah Asmiragani menuturkan bahwa hasil asesmen hingga pukul 17.00 WIB ruangan yang digunakan untuk ruang rawat inap anak masih ditemukan aroma asap. Untuk itu pasien anak saat ini dialihkan ke ruang Grand Paviliun.

Sedangkan total pasien yang harus dievakuasi akibat kebakaran kini mencapai 45 orang. RSSA memastikan tidak ada pasien dengan status kegawatdaruratan saat kondisi kebakaran terjadi.

“Sampai jam 5 ruangan yang digunakan rawat inap anak masih ada asap, jadi kita butuh waktu 1 hingga 2 hari agar asal betul-betul hilang dari ruangan pelayanan. Sehingga kami arahkan ke ruangan grand Paviliun. Jumlah pasien terdampak 45 pasien. Saya minta dilakukan skrining ulang dan tidak ada kegawatdaruratan terhadap pasien – pasien terdampak,” ujar Syaifullah Asmiragani.

Sementara itu untuk memastikan pelayanan makanan para pasien tetap berjalan. Untuk sementara waktu RSSA akan bekerjasama dengan katering dengan tetap memperhatikan standar gizi pasien. Sebab area kebakaran merupakan dapur instalasi gizi RSSA. (luc/aje)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.