All-Stars Surabaya Tantang Runner-up 2025 di Perempat Final MilkLife Soccer Challenge 2026

0

Ringkasan Berita:

  • All-Stars Surabaya memastikan lolos ke perempat final MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 di Kudus.
  • Pada babak delapan besar, tim Kota Pahlawan akan menghadapi All-Stars Solo yang merupakan runner-up MLSC All-Stars 2025.
  • Head Coach MLSC Jacksen F Tiago menilai persaingan perempat final akan berlangsung sengit dengan sejumlah laga ulangan fase grup.
  • Pelatih All-Stars Surabaya, Sai Dong, optimistis timnya mampu mempertahankan karakter permainan saat menghadapi Solo.

Kudus (beritajatim.com) – Persaingan di MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 memasuki babak perempat final setelah delapan tim terbaik memastikan tiket ke fase gugur usai menyelesaikan pertandingan penyisihan grup di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (25/6/2026). Salah satu laga yang paling menyita perhatian adalah duel All-Stars Surabaya menghadapi All-Stars Solo, runner-up MLSC All-Stars edisi 2025.

Delapan tim yang berhasil melaju ke babak delapan besar terdiri atas All-Stars Kudus, All-Stars Semarang, All-Stars Jakarta, All-Stars Solo, All-Stars Tangerang, All-Stars Surabaya, All-Stars Yogyakarta, dan All-Stars Malang. Mereka lolos sebagai juara grup, runner-up grup, serta dua tim peringkat ketiga terbaik berdasarkan perolehan poin dan selisih gol.

Di Grup A, All-Stars Jakarta keluar sebagai juara grup dengan koleksi enam poin, unggul head to head atas All-Stars Surabaya yang mengumpulkan poin sama. Sementara itu, Grup B dipimpin All-Stars Semarang dengan tujuh poin, disusul All-Stars Solo yang mengoleksi enam poin.

Adapun Grup C dikuasai All-Stars Kudus dengan catatan sempurna sembilan poin tanpa kebobolan. All-Stars Tangerang menyusul sebagai runner-up grup, sedangkan dua tiket peringkat ketiga terbaik menjadi milik All-Stars Yogyakarta dan All-Stars Malang.

Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F Tiago, menilai persaingan di babak perempat final akan berlangsung semakin menarik. Menurut pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut, seluruh tim yang lolos telah menunjukkan konsistensi permainan sejak awal turnamen.

Ia juga menyoroti adanya tiga pertandingan ulang dari fase grup pada babak delapan besar. Sementara duel All-Stars Surabaya melawan All-Stars Solo menjadi satu-satunya pertandingan yang mempertemukan dua tim yang belum pernah saling berhadapan selama penyisihan.

“Saya rasa cukup menarik dan di sini kita akan melihat bagaimana kecerdasan dari pelatih yang pernah mengalahkan rivalnya di fase grup, bagaimana mereka mampu mengolah timnya untuk tetap konsisten dan mampu membuat kejutan lagi kepada lawan. Sementara untuk tim yang pernah mengalami kekalahan itu bagaimana mereka bisa melakukan evaluasi dan punya momentum untuk kebangkitan di pertandingan berikutnya. Boleh dikatakan balas dendam ya untuk beberapa tim,” ujar Jacksen usai drawing.

Jacksen juga memberikan motivasi kepada empat tim yang gagal melaju ke fase gugur. Menurutnya, berakhirnya perjalanan di turnamen bukan berarti peluang para pemain untuk berkembang ikut tertutup.

Ia mengungkapkan sejumlah pemain dari tim yang tersingkir tetap masuk dalam radar tim talent scouting untuk diproyeksikan memperkuat Indonesia pada ajang SingaCup 2026.

“Saya bilang dari hari pertama kepada seluruh tim, bahwa di sini sebenarnya bukan hanya mengejar sebuah gelar juara saja, tapi bagaimana kita menciptakan pemain-pemain yang punya potensi untuk menjadi bagian dari masa depan timnas nanti. Sehingga yang tidak lolos tetap datang menonton seperti biasa, mempelajari bagaimana main di babak delapan besar, apa yang perlu teman-temannya lakukan lebih bagus lagi, sehingga di edisi berikutnya mereka bisa menjadi bagian dari babak delapan besar, semifinal, final, dan siapa tahu membawa gelar juara ke daerah masing-masing,” paparnya.

Menjelang pertandingan perempat final, Pelatih Kepala All-Stars Surabaya, Sai Dong, mengaku optimistis menghadapi All-Stars Solo. Meski demikian, ia tetap mewaspadai perkembangan permainan lawan yang mampu bangkit setelah mengalami kekalahan pada laga pembuka fase grup.

“Saya melihat tim Solo terus berproses ya. Dari kekalahan di pertandingan pertama babak penyisihan, terus menang dua kali. Jadi cukup bagus lah ya. Pada prinsipnya kami akan tetap pada karakter permainan kami untuk pertandingan besok, hanya ada beberapa hal yang ditambahkan saja. Yang pasti kami akan mencoba pemulihan kondisi fisik pemain. Itu paling utama,” kata Sai Dong.

Pertandingan perempat final antara All-Stars Surabaya dan All-Stars Solo dijadwalkan berlangsung pada Jumat (26/6/2026). Duel tersebut diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di babak delapan besar karena mempertemukan dua tim yang sama-sama tampil konsisten sepanjang fase grup dan berambisi melangkah ke semifinal. [can/beq]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.