Terseret Arus Sungai Coban Gede Pasuruan, Seorang Siswa SMKN 1 Gempol Ditemukan Meninggal

0

Pasuruan (beritajatim.com) – Agenda santap siang bersama yang digelar oleh sekelompok pelajar tingkat akhir di kawasan wisata alam berujung menjadi petaka memilukan bagi pihak keluarga. Arus air yang mendadak berubah menjadi deras seketika menggulung aktivitas rekam medis para remaja yang sedang menghabiskan waktu luang tersebut.

Aparat desa setempat bersama warga pesisir langsung berhamburan menuju lokasi aliran air guna memberikan bantuan darurat begitu mendengar teriakan minta tolong. Kondisi palung sungai yang dalam dan minimnya alat keselamatan sempat menyulitkan upaya penyelamatan awal di sekitar tempat kejadian perkara.

“Proses pencarian melibatkan sinergi lintas instansi. Korban ditemukan malam hari setelah tim melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian, dan korban baru ditemukan sekitar pukul 21.30 WIB,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, Jumat (26/6).

Pihaknya menjelaskan bahwa operasi penyelamatan darurat tersebut harus mengerahkan puluhan personel gabungan lantaran korban sempat hilang kontak selama beberapa jam sejak siang hari.

Insiden maut ini bermula saat sembilan orang siswa kelas XII, yakni Aan, Mira, Ferdi, Manda, Risky, Aldo, Ilham, Nizam, dan Willy berkumpul di tepi sungai Desa Kepulungan pada Kamis (25/6) sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah selesai makan bersama, rombongan remaja ini secara spontan memutuskan untuk menceburkan diri guna mandi di dalam aliran sungai Coban Gede.

Keriangan mereka seketika berubah menjadi jerit histeris saat salah satu rekan mereka bernama Nizam tiba-tiba kehilangan kendali dan tenggelam di pusaran air. Fokus penyelamatan yang terpecah membuat rombongan tidak menyadari bahwa Willy juga ikut terseret arus bawah air yang sangat kuat.

“Dari sembilan orang yang berada di lokasi, tujuh orang dinyatakan selamat, satu orang sempat menjalani perawatan medis dalam kondisi kritis,” tambah Sugeng. Korban kritis atas nama Nizam kini sudah dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan intensif dari tim medis Puskesmas Kepulungan.

Operasi penyisiran skala besar tersebut melibatkan tim SAR gabungan dari unsur BASARNAS, BPBD, Tagana, FPRB, PMI, serta jajaran Polsek dan Koramil Gempol. Dukungan penuh dari relawan BAGANA, REDKAR, TSA, hingga ILKP membuat titik persembunyian jasad korban di dasar sungai dapat segera terdeteksi sebelum larut malam.

Pihak otoritas keamanan mengimbau para pengelola wisata dan masyarakat luas untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas pengunjung di sepanjang aliran sungai terdekat. Pemasangan papan peringatan dilarang berenang kini mendesak dilakukan guna mencegah terulangnya tragedi serupa di wilayah Kabupaten Pasuruan. [ada/aje]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.