Andreas Eddy Susetyo Dorong CMC Tiga Warna Jadi Pelopor Bursa Karbon Berbasis Komunitas

0

Malang (beritajatim.com) – Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo mendorong pengembangan ekonomi hijau berbasis masyarakat melalui integrasi konservasi lingkungan, ekowisata, dan budidaya perikanan organik. Dia menargetkan Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna, Malang Selatan, menjadi model perintis kawasan konservasi berbasis komunitas yang dapat mengakses bursa karbon.

Menurut dia, pelestarian lingkungan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat agar memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan.

“Ini nanti kita integrasikan di dalam kawasan yang sangat mendukung karena di sini konservasinya sudah berjalan dengan baik. Jadi, ini menjadi suatu paradigma baru untuk membangun ekonomi,” ujar Andreas saat mengunjungi kawasan CMC Tiga Warna, Sabtu (17/10/2026).

Andreas menegaskan, konservasi tidak cukup hanya melalui penanaman pohon atau pemulihan lahan yang rusak. Masyarakat yang terlibat dalam penanaman, pemeliharaan, hingga perlindungan kawasan juga perlu memperoleh manfaat ekonomi dari upaya tersebut.

Dia mencontohkan gerakan konservasi masyarakat di kawasan Clungup yang memulihkan lahan gundul melalui keterlibatan warga. Menurut dia, peran komunitas dan generasi muda menjadi modal penting untuk memperluas gerakan penghijauan sekaligus membangun kesadaran kolektif menjaga alam.

Andreas juga mendorong agar akses terhadap manfaat ekonomi perdagangan karbon tidak hanya dinikmati korporasi besar. Komunitas yang menjaga hutan, mangrove, dan ekosistem pesisir perlu memperoleh kesempatan yang sama sesuai kontribusi konservasi mereka.

“Tidak hanya perdagangan itu bisa dilakukan oleh korporasi, tetapi juga oleh komunitas. Intinya, mereka yang melakukan konservasi dan perawatan itu bisa mendapatkan manfaat ekonominya,” tegasnya.

Dia menyebut gagasan tersebut masih membutuhkan proses pengukuran, verifikasi, dan sertifikasi sesuai standar internasional. Jika berhasil, model konservasi berbasis komunitas di CMC Tiga Warna diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah, termasuk Surabaya, Gresik, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.

Andreas berharap CMC Tiga Warna dapat menjadi pelopor perdagangan karbon berbasis komunitas di Indonesia. Model tersebut diharapkan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat yang selama ini berkontribusi menjaga kelestarian lingkungan.

“Targetnya tentu kita akan lihat. Mudah-mudahan CMC ini bisa menjadi yang pertama di bursa karbon yang berbasis komunitas. Kalau ini sudah bisa terwujud, maka akan dijadikan model atau direplikasi untuk yang lainnya,” katanya.

Lebih lanjut, Andreas menegaskan pelestarian lingkungan perlu menjadi komitmen bersama seluruh kekuatan politik, bukan hanya satu partai. Dia mengaitkan agenda tersebut dengan semangat merawat pertiwi dan tanggung jawab menjaga bumi bagi generasi mendatang. [asg/ian]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.