Angin Muson Timur Menguat, Gelombang Tinggi 4 Meter di Perairan Pacitan
Pacitan (Beritajatim.com) – Angin kencang dan gelombang tinggi masih berpotensi terjadi di perairan selatan Pacitan dalam beberapa hari ke depan. Kondisi tersebut dipengaruhi penguatan angin muson timur yang bertiup dari Australia menuju Asia dan melintasi wilayah Indonesia pada puncak musim kemarau.
Berdasarkan prakiraan cuaca maritim BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, kondisi perairan Pacitan berlaku mulai Rabu, 12 Agustus hingga Jumat, 14 Agustus 2026. Tinggi gelombang diprakirakan berada pada kisaran 2,5 hingga 4 meter.
Kondisi gelombang bervariasi di waktu waktu tertentu, ketinggian gelombang antara 2,5 hingga 4 Meter,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan, Yagus Triarso Selasa (11/8/2026). Pi
Angin dominan bertiup dari arah timur dengan kecepatan sekitar 10–15 knot, sementara hembusan maksimum atau gust dapat mencapai 27 knot. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan energi gelombang di laut dan membahayakan aktivitas pelayaran, khususnya kapal berukuran kecil.
Yagus, mengimbau masyarakat, terutama nelayan dan pelaku aktivitas di kawasan pesisir, meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca dan gelombang laut.
“Jika kondisi angin dan gelombang tidak memungkinkan, sebaiknya aktivitas melaut ditunda demi keselamatan,” ujar Yagus.
Menurutnya, penguatan angin pada musim kemarau merupakan salah satu faktor yang dapat memicu peningkatan gelombang di perairan selatan Jawa. Kondisi atmosfer dan pola tekanan udara di sekitar wilayah Indonesia juga dapat memengaruhi kecepatan angin di permukaan.
Selain ancaman bagi aktivitas pelayaran, angin kencang juga perlu diwaspadai masyarakat di daratan. Pohon berukuran besar, papan reklame, serta bangunan yang kurang kokoh berpotensi terdampak apabila terjadi hembusan angin yang kuat.
“Hindari berteduh atau beraktivitas di dekat pohon besar, papan reklame ketika angin bertiup kencang,” tambah Yagus. (tri/aje)
Link informasi : Sumber