Apa Bedanya Cokelat Putih dan Cokelat Biasa? Ini Penjelasannya
Surabaya (beritajatim.com)- Siapa yang tidak suka cokelat? Mulai dari camilan hingga hidangan mewah, cokelat selalu jadi favorit banyak orang. Namun, pernahkah anda bertanya-tanya kenapa ada cokelat berwarna gelap dan ada yang putih? Ternyata, perbedaannya bukan karena pewarna, melainkan dari bahan dasar yang digunakan saat membuatnya.
Perbedaan utama ada pada biji kakao. Saat diolah, biji kakao menghasilkan dua bagian penting, yaitu padatan kakao yang memberi warna cokelat dan rasa pahit, serta lemak kakao (cocoa butter) yang berwarna pucat dan bertekstur lembut. Cokelat biasa, memakai kedua bahan tersebut, sedangkan cokelat putih, dibuat dengan cara berbeda.
Dilansir dari Wikipedia, cokelat putih hanya menggunakan lemak kakao tanpa tambahan padatan kakao. Karena itulah warnanya tetap putih kekuningan atau krem. Agar rasanya enak, biasanya ditambahkan gula, susu, vanila, dan lesitin supaya teksturnya lebih lembut dan creamy.
Dari segi rasa, keduanya juga sangat berbeda. Cokelat putih memiliki rasa yang lebih manis, lembut, dan creamy karena kandungan susu dan lemaknya tinggi. Sementara itu, cokelat biasa, terutama dark chocolate, punya rasa yang lebih kuat, pahit, dan khas kakao.
Bagi anda yang suka memasak atau membuat kue, penting untuk tahu bahwa cokelat putih lebih mudah meleleh dibanding jenis cokelat lainnya. Dalam penjelasan Malibu Gift, cokelat ini juga lebih sensitif terhadap panas. Karena rasanya manis dan lembut, cokelat putih sering dipadukan dengan buah asam seperti stroberi atau bahan beraroma khas seperti matcha.
Dari sisi manfaat, cokelat hitam sering dianggap lebih sehat karena kaya antioksidan yang baik untuk tubuh dan jantung. Selain itu, cokelat hitam juga dipercaya dapat membantu mengurangi stres.
Sementara itu, cokelat putih lebih banyak mengandung gula dan lemak, sehingga sering dianggap hanya sebagai camilan manis. Meski begitu, cokelat putih punya kelebihan karena hampir tidak mengandung kafein, sehingga cocok untuk orang yang sensitif terhadap kafein.
Siapa sangka, cokelat putih ternyata lahir dari sebuah inovasi yang tidak disengaja. Dilansir dari Coracao Chocolate, produk ini pertama kali dipopulerkan oleh perusahaan Nestle di Swiss pada tahun 1930-an untuk memanfaatkan kelebihan lemak kakao dan stok susu bubuk setelah Perang Dunia I. Dari yang awalnya hanya memanfaatkan sisa bahan produksi, kini cokelat putih justru menjadi salah satu varian cokelat yang digemari banyak orang di seluruh dunia. [Wakhdah Alisa Berliana]
Link informasi : Sumber