Aroma Busuk di Kebun Jagung Jombang Menguak Nasib Lansia yang Hilang Sepekan

0

Ringkasan Berita:

  • Seorang petani bernama Sandi menemukan jasad laki-laki dalam kondisi membusuk di kebun jagung Dusun Kandangan, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Jombang, Senin (12/10/2026). Penemuan bermula ketika Sandi mencium aroma busuk saat mengairi tanaman jagung.
  • Jasad laki-laki yang ditemukan di kebun jagung Jombang diduga merupakan Ilyas (71), warga Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan, yang dilaporkan hilang pada 6 Oktober 2026. Istri dan anak korban mengenali jasad tersebut dari pakaian, sarung, jenggot, serta struktur giginya.
  • Keluarga meyakini jasad yang ditemukan di kebun jagung Peterongan merupakan Ilyas, lansia yang sebelumnya dilaporkan hilang. Menurut Kapolsek Peterongan AKP Hidayaturrachman, keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan mengajukan permohonan agar tidak dilakukan autopsi.

Jombang (beritajatim.com) – Sore itu, hamparan tanaman jagung berusia 45 hari di Dusun Kandangan, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, tampak menghijau. Matahari mulai condong ke barat ketika Sandi, seorang petani setempat, sibuk mengairi tanaman di lahannya. Air mengalir menyusuri sela-sela batang jagung, sementara peluh membasahi keningnya.

Semilir angin yang berembus sesekali menghadirkan kesejukan di tengah pekerjaannya. Namun, ketenangan sore itu mendadak terusik oleh aroma busuk yang menyengat hidung.

Sandi mencoba mencari sumber bau tersebut. Langkahnya terhenti ketika pandangannya tertuju pada sesosok tubuh laki-laki yang tergeletak telentang di antara tanaman jagung. Kepala jasad itu mengarah ke barat. Kondisinya telah membusuk, kulitnya menghitam, dan tulang dadanya tampak terlihat.

Pemandangan itu sontak membuat Sandi bergegas keluar dari kebun jagung. Di luar lahan, ia bertemu seorang pencari rumput dan menceritakan temuannya. Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada Kepala Dusun Kandangan, sebelum akhirnya diteruskan ke Polsek Peterongan.

Polisi Lakukan Olah TKP

Tak berselang lama, petugas kepolisian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Setelah memeriksa kondisi tubuh korban dan mengumpulkan keterangan di lokasi, jasad tersebut dievakuasi oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ke RSUD Jombang.

Kapolsek Peterongan AKP Hidayaturrachman menjelaskan, saat ditemukan, korban mengenakan sarung putih abu-abu bermotif garis hitam dan baju lengan pendek berwarna coklat dengan motif bergaris.

“Mayat dalam keadaan membusuk, warna kulit hitam, kelihatan tulang dada, dan berjenis kelamin laki-laki,” ujar AKP Hidayaturrachman, Selasa (13/10/2026).

Lansia Hilang Sejak 6 Oktober

Namun, penemuan jasad tersebut perlahan membuka kemungkinan adanya kaitan dengan laporan orang hilang yang sebelumnya diterima polisi.

Pada Selasa, 6 Oktober 2026, Polsek Peterongan menerima laporan hilangnya seorang lansia bernama Ilyas, 71 tahun, warga Dusun Kalangan, Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan. Sejak laporan itu dibuat, keberadaan Ilyas belum diketahui.

Sepekan kemudian, sesosok jasad ditemukan di kebun jagung. Ciri-ciri pakaian yang dikenakan korban mengarah pada sosok yang selama ini dicari keluarganya. Harapan untuk menemukan Ilyas dalam keadaan selamat seolah berhadapan dengan kenyataan yang menyakitkan.

Munikah, istri Ilyas, mendatangi lokasi penemuan jasad. Setelah melihat langsung sosok yang ditemukan tersebut, ia meyakini bahwa mayat itu adalah suaminya. Pengenalan itu didasarkan pada pakaian yang dikenakan korban. Munikah juga membenarkan bahwa dirinya telah melaporkan kehilangan suaminya ke Polsek Peterongan pada 6 Oktober 2026.

Keyakinan serupa disampaikan Aris Suwarno, anak kandung pasangan Ilyas dan Munikah. Ia mengenali sosok tersebut dari baju dan sarung yang dikenakan, serta ciri fisik berupa jenggot dan struktur gigi.

Keluarga Menerima sebagai Musibah

Bagi keluarga, pakaian dan ciri-ciri fisik itu menjadi petunjuk penting untuk mengenali sosok yang ditemukan di tengah kebun jagung. Pihak keluarga kemudian menyatakan bahwa jasad tersebut adalah Ilyas.

Setelah identitas korban dikenali oleh keluarga, pihak kepolisian menyampaikan bahwa keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukannya autopsi.

“Atas kejadian tersebut, keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan meminta untuk tidak dilakukan autopsi. Mereka membuat surat permohonan dan surat pernyataan,” jelas AKP Hidayaturrachman.

Aroma busuk yang tercium di antara tanaman jagung sore itu akhirnya mengungkap keberadaan seorang lansia yang sebelumnya dilaporkan hilang. Di balik hamparan hijau yang semula menjadi tempat Sandi bekerja, tersimpan sebuah peristiwa yang membawa kabar duka bagi keluarga Ilyas. [suf]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.