Bedah Buku NU Abad Kedua, ISNU Jatim Puji Karya Tiga Jilid Gus Hayid
Jombang (beritajatim.com) – Kehadiran karya intelektual berseri tiga jilid bertajuk “NU Abad Kedua” buatan Dr. KH. Muhammad Nur Hayid (Gus Hayid) menyedot perhatian kalangan akademisi di sela-sela perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur.
Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur menilai karya tersebut sangat komprehensif serta berbobot tinggi untuk menjadi rujukan akademik.
Pujian tersebut dilayangkan oleh Pengurus Wilayah ISNU Jawa Timur yang juga dosen UIN Sunan Ampel Surabaya, Dr. H. Yusuf Amrozi.
Yusuf menilai buku karya Gus Hayid digarap dengan riset mendalam serta struktur narasi ilmiah yang solid hingga jajaran daftar pustakanya.
“Ini produk intelektual yang luar biasa. Produk intelektual yang saya kira sangat serius,” ujar Yusuf Amrozi usai mengikuti agenda Bedah Buku NU Abad Kedua di Jombang.
Yusuf menekankan bahwa rekam jejak pembahasan dalam buku tiga jilid memuat 12 bab komprehensif yang membedah arah strategis jamiyyah memasuki abad kedua.
“Tadi saya melihat narasi isinya, strukturnya, sampai daftar pustakanya. Saya kira juga layak untuk menjadi referensi akademik NU ke depan,” tuturnya.
Meski dibingkai dengan standar pengkajian akademis yang disiplin, bahasa penyampaian yang digunakan Gus Hayid dinilai tetap luwes dan ramah dibaca oleh publik nahdliyin secara luas.
“Buku ini menurut saya cukup akademik, standarnya standar dosen, standar akademisi. Walaupun para peminat atau publik secara umum juga dapat memahami isi buku ini, karena saya lihat kalimatnya juga bukan kalimat yang terlalu sulit,” jelas Yusuf.
Lebih lanjut, Yusuf menggarisbawahi salah satu bab krusial dalam buku yang menguliti strategi penataan sumber daya manusia melalui perbaikan sektor pendidikan.
“Misalnya di bab tiga, judulnya ‘Pendidikan sebagai Proses Kemajuan’, membahas tantangan pendidikan, peran stakeholder internal dan sebagainya. Sehingga nanti bagaimana membangun SDM ke depan,” katanya.
Berkat dedikasi dan keluasan wawasan yang dituangkan dalam karya monumental tersebut, Yusuf tak ragu menyematkan julukan istimewa kepada pengarangnya sebagai pelopor kajian NU Studies.
“Secara keseluruhan saya, Yusuf Amrozi, menjuluki Gus Hayid itu profesor baru, profesor NU yang baru. Karena beliau membuat buku yang sebagai NU Studies abad ke-2,” tutup Yusuf. [ian]
Link informasi : Sumber