Berawal dari KUR BRI Rp3 Juta, Dwi Cell dan Laundry Kediri Kini Berkembang Jadi Agen BRILink

0

Ringkasan Berita

Berawal dari KUR BRI Dwi Cell Kediri sebesar Rp3 juta pada 2011, Dwi Ratfita berhasil mengembangkan usaha laundry, toko kelontong, warung kopi, dan kuliner rumahan.

Nilai pembiayaan usahanya terus meningkat hingga mencapai Rp100 juta berkat rekam jejak usaha yang baik.

Pada Mei 2026, Bu Dwi resmi menjadi Agen BRILink dan menyediakan berbagai layanan transaksi digital, termasuk QRIS, top up e-wallet, pembayaran listrik, serta tarik tunai.

Bu Dwi berharap BRI terus meningkatkan pendampingan, pelatihan, dan insentif bagi para agen agar UMKM semakin berkembang dan berdaya saing.

Kediri (beritajatim.com) – Ketekunan, keberanian memanfaatkan pembiayaan usaha, serta kemampuan beradaptasi dengan layanan digital menjadi kunci keberhasilan Dwi Ratfita mengembangkan usahanya. Berawal dari pinjaman KUR BRI Dwi Cell Kediri senilai Rp3 juta, kini perempuan asal Jalan Cakarwesi Raya, Kota Kediri, itu berhasil membangun usaha yang lebih besar dan dipercaya menjadi Agen BRILink.

Perempuan yang akrab disapa Bu Dwi tersebut memulai usahanya pada 2011. Dengan modal pinjaman awal dari BRI sebesar Rp3 juta, ia membeli mesin cuci dan perlengkapan laundry yang saat itu dijalankan dari teras rumahnya.

“Awalnya modal itu saya pakai untuk beli mesin cuci dan peralatan laundry. Dulu laundry-nya masih di teras rumah sebelah timur,” kenang Bu Dwi.

Berkat pelayanan yang konsisten dan kerja keras, usaha laundry yang dirintis perlahan berkembang. Setelah pinjaman pertama lunas, pada 2012 Bu Dwi kembali mengajukan pembiayaan sebesar Rp7 juta untuk memperbaiki kios agar lebih representatif.

Kepercayaan BRI terhadap usahanya pun terus meningkat. Nilai pembiayaan yang diterima bertahap bertambah, mulai dari Rp25 juta, Rp50 juta, Rp75 juta, hingga kini memperoleh modal kerja sebesar Rp100 juta.

Tak hanya mengembangkan usaha laundry, Bu Dwi juga memperluas lini usahanya dengan membuka toko kelontong, menjual pulsa, membuka warung kopi, hingga menyediakan aneka masakan rumahan siap saji.

Di balik perkembangan usahanya, Bu Dwi juga mendapat dukungan penuh dari sang suami yang menjalankan jasa pemasangan plafon gypsum dan PVC serta instalasi jaringan Wi-Fi.

“Dulu waktu hari raya juga sempat rutin bikin kue basah dan kering untuk dititipkan ke pondok-pondok, tapi sekarang lagi libur dulu,” ujarnya sambil tersenyum.

Melihat rekam jejaknya sebagai nasabah yang aktif dan memiliki usaha berkembang, BRI pada Mei 2026 menawarkan Bu Dwi untuk naik kelas menjadi Agen BRILink sekaligus menyediakan layanan pembayaran digital menggunakan QRIS.

Tanpa ragu, ia menerima tawaran tersebut karena sebelumnya telah terbiasa menggunakan berbagai aplikasi kemitraan digital.

Meski sempat mengalami kendala teknis pada awal pengoperasian mesin BRILink, permasalahan tersebut dapat segera diatasi berkat pendampingan dari petugas BRI. Kini layanan BRILink di kiosnya telah berjalan optimal dan menjadi salah satu tempat transaksi favorit warga sekitar.

Setiap hari, transaksi yang paling banyak dilakukan pelanggan adalah pembayaran token listrik, tagihan listrik prabayar, hingga pengisian saldo dompet digital seperti DANA, GoPay, dan ShopeePay. Selain itu, kios Bu Dwi juga melayani tarik tunai melalui QRIS.

Menurut Bu Dwi, menjadi Agen BRILink memberikan tambahan pendapatan melalui sistem pembagian komisi dari biaya administrasi setiap transaksi yang dilakukan pelanggan.

Ia juga mengapresiasi pendampingan yang diberikan BRI kepada para pelaku usaha. Menurutnya, dukungan tersebut tidak hanya berupa pembiayaan dan fasilitas usaha, tetapi juga pendampingan rutin untuk membantu menyelesaikan berbagai kendala yang dihadapi agen.

“Harapannya ke depan kemitraan ini bisa terus berjalan lancar. Kalau bisa komisi untuk agen ditingkatkan lagi, dan ada pelatihan-pelatihan berkala biar usaha kami para pelaku UMKM ini bisa semakin maju dan berkah,” pungkasnya.

Kisah Bu Dwi menjadi contoh bagaimana akses pembiayaan melalui KUR, disertai ketekunan dan inovasi dalam mengembangkan usaha, mampu mendorong pelaku UMKM naik kelas. Dari usaha kecil di teras rumah, kini Dwi Cell dan Laundry berkembang menjadi pusat layanan usaha sekaligus transaksi keuangan digital yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. [nm/aje]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.