BPS Mojokerto Perkuat Data Desa Lewat Program Desa Cantik

0

Ringkasan Berita:

  • BPS Kabupaten Mojokerto memperkuat pengelolaan data desa melalui program Desa Cinta Statistik atau Desa Cantik.
  • Pembinaan Desa Cantik dilakukan di Desa Padi, Kecamatan Gondang, untuk meningkatkan kemampuan aparatur desa mengelola data.
  • Data desa diharapkan menjadi dasar perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
  • BPS mendorong Desa Cantik berkembang sebagai penggerak budaya statistik dan tata kelola pemerintahan berbasis data di tingkat desa.

Mojokerto (beritajatim.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto terus mendorong penguatan pengelolaan data di tingkat desa melalui program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik). Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Expose Data Pembinaan Desa Cantik di Desa Padi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.

Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan hasil pembinaan yang telah dilakukan BPS Kabupaten Mojokerto kepada Pemerintah Desa Padi. Dalam kegiatan itu dipaparkan tahapan pendataan, pengolahan data, hingga pemanfaatan data desa untuk mendukung perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan.

Kepala BPS Kabupaten Mojokerto, Dwi Yuhenny, mengatakan program Desa Cantik diarahkan untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengelola data secara mandiri dan berkualitas.

“Melalui pembinaan ini, kami berharap desa mampu menghasilkan data yang akurat dan terpercaya sehingga dapat menjadi dasar dalam menyusun program maupun kebijakan yang tepat sasaran,” ungkapnya, Sabtu (15/8/2026).

Menurut Dwi Yuhenny, ketersediaan data desa yang baik menjadi bagian penting dalam proses pembangunan. Data yang lengkap dan dikelola secara baik dapat membantu pemerintah desa memetakan potensi wilayah, mengetahui kebutuhan masyarakat, serta menentukan prioritas pembangunan.

Melalui program Desa Cantik, aparatur pemerintah desa tidak hanya diarahkan untuk melakukan pendataan, tetapi juga memahami bagaimana data tersebut dapat diolah dan dimanfaatkan dalam proses perencanaan.

Dalam kegiatan Expose Data Desa Cantik, BPS Kabupaten Mojokerto juga memberikan ruang kepada Desa Padi untuk menyampaikan hasil pemanfaatan data yang telah dikembangkan selama proses pembinaan.

Pemanfaatan tersebut menjadi bagian penting karena data yang telah dikumpulkan tidak berhenti sebagai arsip administrasi. Data desa dapat digunakan sebagai informasi pendukung ketika pemerintah desa menyusun program dan menentukan kebijakan yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.

BPS Kabupaten Mojokerto berharap program Desa Cantik dapat terus berkembang dan menjadi penggerak budaya statistik di tingkat desa.

“Dengan semakin kuatnya pemahaman terhadap data, desa diharapkan mampu mengambil keputusan berdasarkan informasi yang valid dan terukur. Data bukan hanya sekadar angka, tetapi menjadi fondasi dalam menentukan arah pembangunan yang lebih efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Program Desa Cinta Statistik merupakan salah satu upaya BPS untuk meningkatkan literasi statistik masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah desa. Melalui pembinaan tersebut, desa didorong memiliki kemampuan mengelola data yang lebih baik sehingga tata kelola pemerintahan dapat semakin berbasis informasi.

Penguatan data di tingkat desa juga membuat proses pembangunan memiliki dasar yang lebih terukur. Ketika pemerintah desa memiliki data yang akurat mengenai potensi wilayah dan kebutuhan masyarakat, penentuan prioritas pembangunan dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan.

Melalui Desa Cantik, BPS Kabupaten Mojokerto mendorong agar pengelolaan data menjadi bagian dari budaya kerja pemerintahan desa. Dengan demikian, data tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan administrasi, tetapi menjadi fondasi dalam merancang pembangunan yang lebih efektif dan tepat sasaran. [tin/beq]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.