Capaian Kesehatan Keluarga Meningkat, Imunisasi Kabupaten Mojokerto Tembus 92,84 Persen
Mojokerto (Beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto terus memperkuat pembangunan kesehatan keluarga melalui peran Tim Penggerak PKK. Berbagai capaian di bidang kesehatan berhasil ditorehkan, mulai dari peningkatan cakupan imunisasi, pemberian ASI eksklusif, hingga penguatan program pencegahan stunting.
Capaian tersebut disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto, Shofiya Hanak Albarraa dalam peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Kabupaten Mojokerto di Pendopo Graha Maja Tama (GMT) Pemkab Mojokerto. Dalam kesempatan itu, Ning Hana (sapaan akrab, red) menyebut capaian imunisasi Kabupaten Mojokerto pada 2025 mencapai 92,84 persen.
“Untuk capaian imunisasi tahun 2025 mencapai 92,84 persen, sedangkan capaian ASI eksklusif sebesar 77,91 persen. Hingga pertengahan tahun 2026, capaian imunisasi berada di angka 44,1 persen dan ASI eksklusif mencapai 75,27 persen,” ungkapnya, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti sinergi antara pemerintah daerah, kader PKK, tenaga kesehatan, serta masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan keluarga, terutama bagi ibu dan anak. Selain capaian imunisasi dan ASI eksklusif, Kabupaten Mojokerto juga berhasil menorehkan prestasi dalam program pendampingan kesehatan balita.

Kabupaten Mojokerto meraih Harapan 1 tingkat Provinsi Jawa Timur dalam program Camping Asik, yakni program pendampingan ASI eksklusif. Tak hanya itu, Desa Berkinerja Baik dalam Konvergensi Pencegahan dan Penanganan Stunting Kabupaten Mojokerto juga berhasil masuk lima besar tingkat Provinsi Jawa Timur.
“SIM PKK juga dikembangkan dengan memanfaatkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) melalui gerakan Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (KISAK). Yang lebih memudahkan kita adalah hanya memasukkan NIK. Jadi, di SIM PKK ini tentunya yang paling penting nanti adalah gerakan KISAK,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra mengatakan, pembangunan manusia harus dimulai dari keluarga. Sebab keluarga menjadi tempat pertama anak mendapatkan pendidikan, kasih sayang, perlindungan, sekaligus pembentukan karakter. Menurutnya, Indonesia Emas dibangun dari keluarga.
“Dari keluargalah anak pertama kali belajar, mendapatkan kasih sayang dan perlindungan, serta mengenal nilai-nilai kehidupan. Kebiasaan hidup sehat, pola makan bergizi, pendidikan, hingga pembentukan karakter tumbuh dari lingkungan keluarga. Karena itu, upaya meningkatkan kesehatan keluarga menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi masa depan yang berkualitas,” tambahnya.
Gus Barra (sapaan akrab, red) juga mengapresiasi peran PKK yang memiliki jaringan hingga tingkat keluarga melalui kader-kader di masyarakat. Menurutnya, 10 Program Pokok PKK harus terus dikembangkan untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk kesehatan keluarga, pencegahan stunting, posyandu, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, serta perlindungan perempuan dan anak.
Dalam rangkaian HKG PKK ke-54, juga digelar seminar kesehatan bersama dokter dan ahli gizi masyarakat, Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum., dengan tema ‘ASI, Imunisasi dan Makan Bergizi untuk Balita Berprestasi’. Selain memperkuat program kesehatan, TP PKK Kabupaten Mojokerto juga meluncurkan Sistem Informasi Manajemen (SIM) PKK Kabupaten Mojokerto hasil kolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).
Digitalisasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pendataan, pelaporan, pemantauan kegiatan, serta perencanaan program PKK dari tingkat kabupaten hingga desa. Ke depan, TP PKK Kabupaten Mojokerto juga menyiapkan pengembangan SIM PKK berbasis mobile untuk kelompok Dasawisma.
Langkah tersebut diharapkan mempermudah kader dalam melakukan pendataan sekaligus mengurangi penggunaan dokumen berbasis kertas. [tin/but]
Link informasi : Sumber