Kronologi Lengkap Anak di Bojonegoro Aniaya Ibu hingga Meninggal
Bojonegoro (beritajatim.com) – Polisi mengungkap kronologi lengkap tragedi keluarga di Desa Bungur, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, yang menewaskan Supatmi (65). Korban meninggal dunia setelah diduga diserang anak kandungnya, Mahfud (30), menggunakan batu paving. Rabu (26/8/2026) kemarin.
Kanit 1 Pidum Satreskrim Polres Bojonegoro, Iptu Michel Manansi mengatakan, rangkaian kejadian tersebut diketahui dari hasil pemeriksaan terhadap Mahfud dan sejumlah saksi, termasuk keponakan pelaku yang menjadi saksi kunci.
Iptu Michel menjelaskan, sebelum kejadian, Mahfud sempat mencari kedua orang tuanya. Namun, karena merasa khawatir dengan kondisi anaknya, Supatmi dan suaminya, Mahbop (70), memilih meninggalkan rumah dan mengungsi sementara ke rumah kakak Mahfud.
“Jadi paginya pelaku mencari orang tuanya. Karena kedua orang tuanya sudah merasa tidak enak dengan kondisi anaknya tersebut, kemudian memilih mengungsi ke rumah kakak pelaku,” ujar Iptu Michel, saat dikonfirmasi. Kamis (27/8/2026).

Mahfud kemudian mendatangi rumah kakaknya untuk mencari kedua orang tuanya. Di lokasi tersebut, sempat terjadi perselisihan antara Mahfud dan kakaknya.
Setelah itu, Mahfud kembali ke rumah dan menunggu kedua orang tuanya pulang. Beberapa waktu kemudian, Supatmi dan Mahbop kembali ke rumah. Saat mengetahui kedua orang tuanya telah tiba, Mahfud kembali mengamuk.
Mahbop menjadi sasaran pertama. Mahfud diduga memukul ayahnya menggunakan batu paving. Namun, Mahbop berhasil menghindar dan langsung melarikan diri menuju rumah kakaknya untuk meminta pertolongan.
“Bapaknya bisa menghindar dan kemudian kabur ke rumah kakaknya untuk meminta pertolongan,” jelas Iptu Michel.
Sementara itu, Supatmi tidak mampu menyelamatkan diri. Korban diketahui dalam kondisi stroke sehingga kesulitan bergerak.
Mahfud kemudian diduga menghantam kepala ibunya menggunakan batu paving beberapa kali hingga korban meninggal dunia. “Sedangkan ibunya yang dalam kondisi stroke tidak bisa menghindar. Kemudian pelaku menghantam kepala ibunya beberapa kali menggunakan batu paving hingga meninggal dunia,” ungkap Iptu Michel.
Aksi tersebut kemudian diketahui oleh keponakan Mahfud. Mendapat kabar bahwa pamannya kembali mengamuk, saksi langsung mendatangi rumah untuk menghentikan aksi tersebut.
“Keponakannya yang mendapat kabar pamannya kembali mengamuk langsung menuju lokasi dan menghentikan aksi pelaku dengan memiting lehernya dari belakang,” terangnya.
Setelah Mahfud berhasil dihentikan, warga sekitar berdatangan dan mengamankan pelaku. Mahfud kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian.
Petugas selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya batu paving yang diduga digunakan untuk menyerang korban serta sejumlah pakaian.
Dalam peristiwa tersebut, Supatmi meninggal dunia. Sementara Mahbop mengalami luka-luka akibat serangan yang diduga dilakukan anaknya.
Mahfud kini masih diamankan di Satreskrim Polres Bojonegoro untuk menjalani pemeriksaan. Polisi juga masih mendalami kondisi kejiwaan pelaku.
Sebelumnya, polisi belum dapat memastikan informasi yang menyebut Mahfud merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Kondisi kejiwaan pelaku masih perlu dipastikan melalui observasi dan pemeriksaan oleh psikolog maupun tim medis.
Penyidik juga masih mendalami motif serta kondisi kejiwaan Mahfud. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengungkap secara utuh latar belakang tragedi keluarga yang berujung pada meninggalnya Supatmi. (fif/but)
Link informasi : Sumber