Cekcok Saat Tagih Utang Rp500 Ribu, Pria di Probolinggo Dibacok

0

Probolinggo (beritajatim.com) – Persoalan utang piutang berujung aksi berdarah terjadi di Kabupaten Probolinggo. Seorang pria menjadi korban pembacokan setelah mendatangi seseorang yang diduga memiliki sisa utang sebesar Rp500 ribu kepadanya.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Desa Tunggalcerme, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Selasa (11/8/2026). Insiden itu membuat warga sekitar geger.

Korban diketahui bernama Supandang (40), warga Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto. Ia mengalami luka akibat senjata tajam di beberapa bagian tubuh, termasuk leher dan punggung.

Video amatir yang beredar memperlihatkan kondisi korban setelah kejadian. Tubuhnya tampak berlumuran darah, sementara warga dan keluarga berusaha memberikan pertolongan. Korban kemudian dibawa menggunakan kendaraan roda tiga menuju IGD Rumah Sakit Ar Rozy, Kota Probolinggo.

Kepala Desa Jrebeng, Ruslan, mengungkapkan, kejadian tersebut diduga bermula saat korban hendak menagih sisa utang kepada terduga pelaku. Keduanya secara tidak sengaja bertemu di perjalanan hingga terjadi perselisihan.

“Pelaku punya utang ke korban. Itu mungkin kurang lebih satu tahun. Cara bicaranya mungkin kurang enak. Korban bertemu dengan pelaku di perjalanan, kemudian terjadi carok,” kata Ruslan, Kamis (13/8/2026).

Setelah kejadian, polisi langsung melakukan penyelidikan. Dua orang yang merupakan ayah dan anak, yakni Riyadi (60) dan Kosnadi (35), diamankan anggota Unit Reskrim Polsek Wonomerto.

Keduanya diketahui merupakan warga Desa Tunggakcerme, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo. Dari hasil pemeriksaan awal, penyidik kemudian mengarah kepada Kosnadi sebagai pihak yang diduga melakukan pembacokan.

Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah, membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, perkara itu masih dalam proses pendalaman oleh penyidik.

“Memang betul ada kejadian di wilayah hukum Polsek Wonomerto, pembacokan dua orang laki-laki yang diawali menagih utang. Sampai saat ini, salah satunya menjadi korban dan ada di rumah sakit, sedangkan satunya lagi sebagai tersangka sudah berhasil kami amankan,” jelas Zainullah.

Ia mengatakan, pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa konflik tersebut dipicu persoalan utang dengan nominal tersisa Rp500 ribu.

“Hasil pemeriksaan awal, peristiwa ini berawal dari masalah hutang sisa Rp500.000 yang sedang ditagih oleh korban. Saat ini kedua tersangka masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.

Korban hingga kini belum dapat memberikan keterangan kepada penyidik karena masih menjalani perawatan akibat luka yang dideritanya. Polisi masih mengumpulkan keterangan sejumlah saksi dan mendalami barang bukti untuk memastikan rangkaian peristiwa serta motif pembacokan tersebut.

Polisi juga masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak yang diamankan guna menentukan peran masing-masing dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan. (rap/aje)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.