Dorong UMKM Olahan Ikan Naik Kelas, Tim Pengabdian Terapkan Teknologi Tepat Guna dan E-Marketing

0

Ringkasan Berita

* Tim pengabdian masyarakat yang diketuai Dr. Soehardjoepri, M.Si, berhasil mengimplementasikan program penguatan UMKM olahan ikan laut di Desa Mampon, Kabupaten Tuban, dengan memberikan bantuan Teknologi Tepat Guna (TTG) serta pendampingan e-marketing kepada IKM MOM dan IKM ZIZI.

* Bantuan peralatan modern seperti mesin peniris minyak, mesin adonan, pemotong kerupuk, pencetak stiker, dan sealer, berhasil meningkatkan efisiensi produksi, kapasitas, serta higienitas kemasan produk secara signifikan.

* Di samping modernisasi alat, program ini turut membekali pelaku usaha dengan kemampuan pemasaran digital dan pelatihan keterampilan SDM secara mandiri guna memperluas jangkauan pasar, meningkatkan pendapatan mitra, serta mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat lokal sesuai prinsip SDGs dan Asta Cita.

————————————————————————

Tuban (beritajatim.com) — Potensi hasil laut di Desa Mampon, Kelurahan Gadon, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, kini semakin tergarap optimal melalui penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) dan strategi e-marketing. Langkah strategis ini diinisiasi oleh tim pengabdian masyarakat yang diketuai oleh Dr. Soehardjoepri, M.Si, dengan menyasar dua industri kecil menengah (IKM) lokal, yakni IKM MOM milik Ibu Triyana Rita Dewi dan IKM ZIZI milik Ibu Paridah.

Melalui program ini, kendala efisiensi produksi yang selama ini dialami para pelaku usaha mulai teratasi secara mendasar. Pada IKM MOM, tim pengabdian menyalurkan bantuan penambahan daya listrik, mesin spinner peniris minyak, kompor produksi, wajan kapasitas besar, serta mesin pencetak stiker dan sealer. Penggunaan mesin spinner terbukti mempercepat proses penirisan minyak sehingga meningkatkan kualitas dan masa simpan produk, sedangkan mesin sealer dan pencetak stiker memperkuat higienitas serta identitas merek secara mandiri.

Di sisi lain, IKM ZIZI yang sebelumnya mengandalkan pengerjaan manual untuk pengadonan dan pemotongan kerupuk, kini dibantu oleh mesin adonan homogen, pemotong kerupuk presisi, dan mesin sealer. Inovasi ini secara signifikan memangkas waktu produksi sekaligus menghasilkan ukuran kerupuk yang seragam dan kemasan yang lebih rapat.

Tak berhenti pada modernisasi peralatan, pendampingan dilanjutkan dengan strategi e-marketing. Para mitra dibimbing untuk memetakan target pasar, membuat konten promosi menarik, serta memanfaatkan media sosial dan platform digital. Ditunjang dengan pelatihan keterampilan sumber daya manusia secara bertahap, program kolaboratif berbasis akademis ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar produk unggulan Desa Mampon sekaligus mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan semangat Asta Cita.[rea]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.