Enam Fraksi DPRD Jember Tak Tandatangani Tuntutan Tolak Utang Rp786 Miliar
Jember (beritajatim.com) – Perwakilan enam dari tujuh fraksi di DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, tidak menandatangani persetujuan tuntutan tolak rencana utang Rp 786,573 miliar yang disodorkan Forum Komunikasi Masyarakat Cinta Jember (FKMCJ), Senin (10/8/2026).
Hanya Alfan Yusfi dari Fraksi PDI Perjuangan Jember yang membubuhkan tandatangannya. Sejak awal, PDI Perjuangan memang menolak rencana pemerintah daerah tersebut.
“Rencana utang kurang lebih Rp786 miliar itu sangat menyakitkan petani, menyakitkan masyarakat, menyakitkan semua orang di Kabupaten Jember,” kata Jumantoro, koordinator aksi.
Jumantoro menyadari pembangunan di Jember membutuhkan pembiayaan di tengah keterbatasan fiskal. Namun alih-alih berutang, dia menginginkan Pemkab Jember melakukan efisiensi sejumlah program kerja seremonial dan tidak berdampak luas terhadap masyarakat. “Euforia di alun-alun dan sebagainya mbok ya dihilangkan. Berikan kepada program-program yang lebih bermanfaat,” katanya.
Politisi Fraksi Partai Gerindra yang juga Ketua Komisi C Ardi Pujo Prabowo mengatakan, belum ada kesepakatan terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Jember 2027. “Artinya, Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah masih membahas bersama,” katanya.
Ardi menyebut DPRD Jember pelayan rakyat. “Kami ingin betul-betul menjalankan tugas pokok fungsi kamii dengan baik,” katanya.
Ardi meminta para demonstran berpikir bijak. “Perlu diketahui, ada 527 kilometer jalan kita saat ini di seluruh Kabupaten Jember yang masih dalam kondisi rusak ringan dan berat. Masyarakat juga butuh mendapatkan pelayanan yang baik,” katanya.
Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat David Handoko Seto mengatakan situasi masih dinamis. “Memang ada pro kontra terhadap rencana dana talangan tersebut. Namun demikian, kita nanti akan sama-sama ketahui perkembangannya: apakah itu nanti diputuskan iya atau tidak, kami masih membutuhkan dukungan dari saudara-saudara semua yang ada di sini,” katanya.
David memastikan akan mengawal sepenuhnya kepentingan-kepentingan mendasar rakyat. “Kami pastikan tidak ada serupiah pun uang negara, tidak ada serupiah pun uang rakyat nanti yang akan mubazir, dan tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya,” katanya, memastikan berpihak kepada rakyat Kabupaten Jember.
Nurhuda Candra Hidayat, perwakilan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, mengatakan, pihaknya belum menentukan sikap untuk menerima atau menolak rencana utang tersebut. “Cuma berdasarkan keterangan dalam rapat pertama kamu dengan tim anggaran, kita membutuhkan layanan dasar yang perlu diperbaiki. Salah satunya adalah kesehatan dan infrastruktur,” katanya.
Menurut Nurhuda, Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi membutuhkan dukungan pembiayaan pembangunan infrasturktur. “Kemudian terkait layanan infrastruktur dasar, salah satunya jalan, sekolah, dan madrasah perlu sentuhan dari pemerintah daerah,” katanya.
PKB melihat sebagian besar masyarakat di kawasan pinggiran dan pegunungan berada dalam kondisi tidak layak dan belum tersentuh pembangunan. Namun, menurutn Nurhuda, pihaknya mengkaji cara agar utang tersebut jika direalisasikan tidak menjadi beban daerah. “Sehingga masyarakat di tahun-tahun berikutnya tidak terbebani, dan layanan dasar yang dibutuhkan tidak ada kendala,” katanya.
PKB juga sepakat dengan adanya refocusing dalam Rencana APBD 2027. “Tujuannya agar kegiatan-kegiatan yang dinilai tidak berguna bisa dihilangkan,” kata Nurhuda.
Sementara itu Alfan Yusfi dari PDI Perjuangan menegaskan sikap fraksinya untuk menolak rencana utang itu. “Kebijakan yang kita ambil harus betul-betul hati-hati, transparan untuk kepentingan rakyat dan akuntabel,” katanya.
Alfan mengingatkan, utang itu bisa membebani APBD pada masa mendatang jika tak dikelola hati-hati. “Nanti akan berdampak terpotongnya anggaran dasar kita, anggaran pendidikan, anggaran kesehatan, anggaran infrastruktur, dan pertanian,” katanya.
Alfan berjanji memperjuangkan aspirasi Jumantoro dan kawan-kawan. “Percayakan apresiasi panjenengan kepada kami. Satu-satunya yang wajib kami jalankan adalah amanah panjenengan. Dan kami akan melakukan itu dengan sebaik-baiknya,” katanya.wir/aje] [
Link informasi : Sumber