Gresik Catat 1.439 Kasus TBC, Desa Siaga Jadi Strategi Percepatan Eliminasi 2028

0

Ringkasan Berita:

  • Gresik mencatat 1.439 kasus TBC hingga 27 Juni 2026 dan memperkuat strategi eliminasi berbasis masyarakat.
  • Program Desa Siaga TBC diluncurkan di lima desa sebagai pilot project kolaborasi pemerintah, PT Smelting, dan Human Initiative.
  • Intervensi mencakup bantuan gizi, renovasi rumah pasien, beasiswa, dan pemberdayaan ekonomi untuk mendukung penyembuhan.

Gresik (beritajatim.com) – Kabupaten Gresik masih menghadapi tantangan serius dalam upaya menghapus tuberkulosis (TBC). Hingga 27 Juni 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik mencatat sedikitnya 1.439 kasus TBC masih ditemukan di berbagai wilayah, menjadikan penyakit menular ini sebagai salah satu fokus utama penanganan kesehatan daerah.

Capaian tersebut menjadi sinyal peringatan sekaligus mendorong lahirnya pendekatan baru berbasis masyarakat. Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik mulai mengembangkan program Desa Siaga TBC sebagai strategi mempercepat penemuan kasus dan memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas.

Sebagai tahap awal, lima desa dan kelurahan ditetapkan sebagai proyek percontohan, yaitu Roomo, Sukomulyo, Tlogopojok, Lumpur, dan Tanggulrejo. Program ini dijalankan melalui kolaborasi antara Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, perusahaan smelter PT Smelting, dan organisasi kemanusiaan Human Initiative.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr. Mukhibatul Khusnah, menegaskan bahwa percepatan eliminasi TBC menjadi prioritas daerah. Bahkan, Gresik menargetkan eliminasi lebih cepat dari target nasional.

“Program Desa Siaga TBC merupakan tindak lanjut dari program prioritas nasional. Harapannya, masyarakat ikut aktif menemukan kasus sejak dini sehingga pasien bisa segera menjalani pengobatan sampai tuntas,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).

Menurut Khusnah, pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, komunitas, akademisi, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mempercepat deteksi kasus sekaligus memutus rantai penularan di lapangan.

Dari sisi dunia usaha, PT Smelting melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) turut mengambil peran aktif. Asisten Manajer Office GA PT Smelting, Muhammad Fuad, menyebut program ini merupakan kelanjutan CSR yang telah berjalan sejak 2019 dan kini memasuki periode kedua hingga 2030.

“Lima desa ini menjadi pilot project. Harapannya dapat direplikasi oleh desa-desa lain sehingga gerakan eliminasi TBC semakin luas,” ungkapnya.

Dukungan juga diberikan melalui intervensi langsung kepada pasien. Deputy Regional Human Initiative Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY, Deny Ferdyansyah, menyampaikan bahwa sekitar 300 pasien TBC akan mendapatkan paket makanan tambahan (PMT) selama masa pengobatan.

Dengan durasi terapi antara enam bulan hingga satu tahun, sekitar 3.600 paket makanan tambahan telah disiapkan untuk membantu menjaga asupan gizi pasien agar proses penyembuhan lebih optimal.

Selain dukungan kesehatan, program ini juga menyentuh aspek lingkungan. Rumah pasien dengan kondisi ventilasi dan pencahayaan yang buruk akan direnovasi untuk mengurangi risiko penularan. Pada periode sebelumnya, sebanyak 72 rumah telah diperbaiki.

Tidak hanya itu, Human Initiative bersama PT Smelting juga melanjutkan program beasiswa bagi anak-anak pasien TBC serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan peternakan ayam petelur di Kecamatan Bungah. Upaya ini diharapkan memperkuat ketahanan keluarga pasien sekaligus mendukung target eliminasi TBC di Kabupaten Gresik.

Langkah kolaboratif ini menunjukkan bahwa penanganan TBC tidak hanya bertumpu pada sektor kesehatan, tetapi juga melibatkan aspek sosial dan ekonomi masyarakat secara lebih luas. [dny/suf]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.