Harga Kebutuhan Pokok Surabaya dan Sekitarnya 10 September 2026, Cabai Masih Jadi Perhatian
Surabaya (beritajatim.com) – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Surabaya dan Jawa Timur masih bergerak fluktuatif pada Kamis, 10 September 2026. Perubahan paling terasa terjadi pada komoditas cabai, sementara harga beras, gula, minyak goreng, telur, daging ayam, dan bawang putih relatif bergerak terbatas.
Pantauan terbaru sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur pada 9 hingga 10 September 2026 menunjukkan harga cabai merah keriting dan cabai rawit masih mengalami kenaikan.
Harga cabai merah keriting berada di kisaran Rp32.528 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah mencapai Rp64.949 per kilogram. Pada hari yang sama, harga bawang putih tercatat sekitar Rp29.198 per kilogram.
Harga beras relatif lebih stabil. Beras premium berada di kisaran Rp15.079 per kilogram dan beras medium Rp12.984 per kilogram. Sementara gula kristal putih tercatat sekitar Rp17.199 per kilogram.
Untuk minyak goreng, harga juga menunjukkan perbedaan berdasarkan jenisnya. Minyak goreng curah berada di kisaran Rp20.428 per liter, minyak goreng kemasan premium Rp22.006 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp18.866 per liter, sedangkan Minyakita sekitar Rp16.162 per liter.
Pada komoditas protein, harga daging ayam ras berada di kisaran Rp38.777 per kilogram. Telur ayam ras sekitar Rp24.616 per kilogram. Sementara daging ayam kampung tercatat sekitar Rp68.506 per kilogram.
Pergerakan harga tersebut menunjukkan pasar pangan di Jawa Timur belum sepenuhnya seragam. Sebagian komoditas cenderung stabil, sedangkan cabai masih menjadi salah satu bahan pangan yang mengalami tekanan harga.
Data pembanding dari Pasar Surya Surabaya pada 7 September 2026 juga memperlihatkan pola yang hampir sama. Harga beras premium rata-rata tercatat Rp16.429 per kilogram, beras medium Rp14.750 per kilogram, gula pasir lokal curah Rp17.214 per kilogram, serta minyak goreng curah Rp21.143 per kilogram.
Untuk Minyakita, rata-rata harga di tujuh pasar tradisional yang dipantau Pasar Surya mencapai Rp16.200 per liter. Sementara daging ayam broiler berada di kisaran Rp39.143 per kilogram dan telur ayam broiler Rp25.429 per kilogram.
Harga cabai di pasar tradisional Surabaya juga menunjukkan selisih yang cukup lebar antarjenis. Pada pemantauan 7 September, cabai merah besar rata-rata Rp23.571 per kilogram, cabai merah keriting Rp32.143 per kilogram, dan cabai merah kecil atau rawit Rp62.429 per kilogram.
Untuk bawang putih, harga sangat bergantung pada jenisnya. Bawang putih kating rata-rata berada di angka Rp37.286 per kilogram, sedangkan bawang putih Sinco sekitar Rp31.286 per kilogram.
Jika dibandingkan dengan kondisi awal September, cabai menjadi komoditas yang perlu mendapat perhatian lebih. Pada 9 September, harga cabai merah keriting di tingkat konsumen Jawa Timur dilaporkan naik 1,47 persen, sedangkan cabai rawit merah meningkat 2,31 persen. Bawang merah juga naik 1,66 persen.
Sebaliknya, beberapa komoditas protein justru mengalami penurunan. Harga daging ayam ras turun sekitar Rp945 per kilogram dibandingkan pemantauan sebelumnya, sementara daging ayam kampung dan telur ayam kampung juga mengalami penurunan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa belanja kebutuhan sehari-hari masyarakat Surabaya dan sekitarnya masih dipengaruhi oleh perubahan pasokan serta distribusi. Pergerakan harga di pasar juga dapat berbeda antara satu pasar dengan pasar lainnya.
Untuk masyarakat yang hendak berbelanja pada Kamis, 10 September 2026, harga di lapangan dapat berbeda dari rata-rata provinsi maupun rata-rata Pasar Surya. Karena itu, angka tersebut lebih tepat digunakan sebagai patokan untuk melihat kecenderungan harga, bukan sebagai harga tunggal yang berlaku di seluruh pasar.
Data terbaru yang tersedia memperlihatkan bahwa beras, gula, minyak goreng, telur, dan daging ayam masih berada dalam rentang yang relatif terkendali. Sementara cabai, terutama cabai rawit merah, masih menjadi komoditas yang pergerakannya perlu dipantau karena kenaikannya cukup menonjol dibandingkan sejumlah kebutuhan pokok lainnya.
Link informasi : Sumber