Harga Komoditas Pangan Turun, Sumenep Alami Deflasi 0,57 Persen

0

Sumenep (beritajatim.com) – Kabupaten Sumenep mengalami deflasi month-to-month (m-to-m) sebesar 0,57 persen pada Juli 2026 berdasarkan hasil pemantauan Indeks Harga Konsumen (IHK).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep, Handoyo Wijoyo, mengatakan penurunan harga sejumlah komoditas pangan menjadi salah satu faktor utama yang mendorong Kabupaten Sumenep mengalami deflasi bulanan pada Juli 2026.

“Kondisi tersebut dipengaruhi oleh penurunan indeks harga pada beberapa kelompok pengeluaran masyarakat, seperti kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil sebesar 0,41 persen,” katanya, Jumat (7/8/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah komoditas pangan mengalami penurunan harga sehingga memberikan pengaruh terhadap pergerakan inflasi daerah. Komoditas yang memberikan andil terbesar antara lain bawang merah sebesar 0,15 persen, cabai merah, dan cabai rawit masing-masing sebesar 0,10 persen.

Selain itu, komoditas daging ayam ras dan tomat juga turut memberikan kontribusi terhadap deflasi dengan andil masing-masing sebesar 0,05 persen.

Handoyo menjelaskan, selain kelompok pangan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mengalami penurunan indeks, terutama dipengaruhi oleh harga emas perhiasan dengan andil deflasi sebesar 0,31 persen.

“Perkembangan IHK menjadi salah satu indikator penting dalam melihat perubahan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat serta menjadi bahan evaluasi dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah,” terangnya.

Sementara untuk inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) Sumenep hingga Juli 2026 tercatat sebesar 1,50 persen. Dari delapan kota IHK, Sumenep tercatat sebagai daerah dengan inflasi tahun kalender terendah ketiga di Jawa Timur setelah Kota Surabaya dan Kota Madiun.

“Angka inflasi tahun kalender untuk Sumenep 1,50 persen hingga Juli 2026. Ini menunjukkan perkembangan harga masih relatif terkendali,” ujar Handoyo.

Ia menjelaskan, perubahan Indeks Harga Konsumen menggambarkan dinamika harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Pergerakan indikator tersebut berkaitan erat dengan daya beli serta kondisi perekonomian daerah. “Dengan kondisi inflasi yang masih terkendali, kami optimistis stabilitas harga di Kabupaten Sumenep masih stabil,” ucapnya. (tem/kun)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.