HSN 2026, Pemkab Ponorogo Upayakan Peringatan Tetap Digelar Meriah di Tengah Efisiensi

0

Ringkasan Berita:

  • Pemkab Ponorogo tetap menyiapkan rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) 2026 meski anggaran daerah mengalami efisiensi.
  • Sejumlah agenda keagamaan disiapkan, mulai lomba tilawah Al-Qur’an, festival hadrah, dai cilik, hingga khatmil Al-Qur’an serentak.
  • Masyarakat dan generasi muda akan dilibatkan dalam rangkaian HSN agar peringatannya lebih dekat dengan masyarakat.
  • Apel Hari Santri, pawai obor santri, dan tradisi mengenakan pakaian ala santri selama sepekan tetap dipertahankan.

Ponorogo (beritajatim.com) – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Ponorogo tahun ini tetap akan digelar meski pemerintah daerah melakukan efisiensi anggaran. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo menyiapkan sejumlah agenda dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan generasi muda.

Pemkab Ponorogo ingin peringatan HSN tetap terasa di tengah masyarakat. Konsep pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah tanpa menghilangkan rangkaian utama peringatan Hari Santri.

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan semangat memperingati Hari Santri tetap dijaga meski anggaran daerah harus diefisienkan. Sejumlah agenda tetap disiapkan untuk menyemarakkan momentum tersebut dengan menyesuaikan skala pelaksanaannya.

“Karena efisiensi, tapi tetap semangat. Tetap ingin mengadakan acara Hari Santri ini,” kata Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita, ditulis Kamis (8/10/2026).

Sejumlah agenda bernuansa keagamaan akan menjadi bagian dari rangkaian HSN Ponorogo 2026. Agenda tersebut antara lain lomba tilawah Al-Qur’an, festival hadrah, lomba dai cilik, hingga khatmil Al-Qur’an serentak di seluruh Ponorogo.

Rangkaian tersebut kemudian dilanjutkan dengan apel Hari Santri dan pawai obor santri. Tradisi mengenakan pakaian ala santri selama sepekan juga tetap dipertahankan.

Untuk ASN nonmuslim, ketentuan pakaian selama rangkaian HSN tetap disesuaikan.

“Bagi ASN nonmuslim, pakaian yang dikenakan diarahkan menyesuaikan dengan ketentuan busana yang sopan,” kata Bunda Rita, sapaan Plt Bupati Ponorogo.

Pemkab Ponorogo juga membuka ruang lebih luas bagi masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam peringatan HSN. Kepanitiaan dan pelaksanaan agenda tidak hanya akan bertumpu pada organisasi perangkat daerah.

Berbagai unsur masyarakat serta generasi muda direncanakan ikut terlibat dalam sejumlah agenda. Langkah tersebut diharapkan membuat peringatan HSN lebih dekat dengan masyarakat.

Rincian teknis agenda, jadwal pelaksanaan, hingga pembagian tugas masih dimatangkan. Persiapan dilakukan menjelang dimulainya seluruh rangkaian peringatan HSN.

Pemerintah daerah ingin peringatan HSN yang digelar tidak sekadar menjadi agenda seremonial. [end/beq]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.