Jelajah Kuliner Pasar Gede Solo, Ada Dawet Telasih hingga Lenjongan
Surabaya (beritajatim.com) — Pasar Gede Hardjonagoro bukan sekadar pusat aktivitas ekonomi warga Solo, tetapi juga menjadi destinasi wisata kuliner legendaris yang menyimpan beragam santapan unik dan autentik.
Memasuki area pasar bersejarah yang dirancang arsitek Belanda Thomas Karsten ini, wisatawan akan disambut aroma rempah dan aneka hidangan khas.
Beragam kuliner tradisional menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Berikut sejumlah kuliner yang dapat ditemukan di Pasar Gede:
1. Es Dawet Telasih Bu Dermi
Minuman segar yang berdiri sejak 1930-an ini menyajikan kombinasi cendol, bubur ketan hitam, bubur sumsum, biji telasih, dan tape ketan yang disiram kuah santan serta juruh manis.
Kesegaran olahan manis-gurih ini menjadi penawar dahaga di tengah teriknya Kota Solo.
2. Lenjongan
Lenjongan menawarkan deretan jajanan pasar tradisional berwarna-warni dalam satu piring daun pisang. Penganan tradisional berbasis singkong dan ketan ini terdiri dari tiwul, gatot, cenil, klepon, hingga ketan hitam. Sajian tersebut kemudian ditaburi kelapa parut kasar serta siraman gula Jawa kental.
3. Karak atau Kerupuk Gendar
Karak merupakan kerupuk nasi khas Solo yang gurih dan renyah setelah digoreng hingga mekar. Karak biasanya dinikmati langsung sebagai camilan atau menjadi pendamping saat menyantap cabuk rambak dan soto.
4. Intip Goreng
Intip merupakan kerak nasi bagian bawah kuali yang dikeringkan lalu digoreng. Intip goreng di Pasar Gede umumnya ditawarkan dalam dua varian rasa, yakni asin gurih dengan taburan garam dan manis yang disiram lelehan gula Jawa atau karamel. Camilan ini juga populer sebagai oleh-oleh.
5. Ayam Goreng Kampung
Ayam goreng kampung khas Pasar Gede diungkep dengan bumbu rempah Jawa kemudian digoreng basah atau kering. Rasanya gurih dan biasanya disajikan bersama sambal terasi pedas.
6. Aneka Gorengan Tradisional
Di sudut-sudut Pasar Gede dan warung soto atau makanan hangat, pengunjung dapat menjumpai beragam gorengan klasik seperti tahu susur atau tahu isi sayur, tempe mendoan, bakwan ayam, hingga sosis Solo basah dan kering. Gorengan tersebut menarik untuk disantap, terutama bersama cabai rawit hijau.
Selain kuliner tradisional, area lantai dua Pasar Gede kini semakin ramai dengan hadirnya kedai-kedai kopi modern dan olahan dimsum lokal yang membaur bersama dinamika pasar tradisional. Keberagaman hidangan tersebut menjadikan Pasar Gede sebagai salah satu destinasi bagi penikmat kuliner saat berkunjung ke Surakarta. (way/kun)
Link informasi : Sumber