Jelang Kirab Pusaka di Ponorogo, Jalan yang Dilintasi Rombongan Budaya Bakal Dipoles

0

Ponorogo (beritajatim.com) – Lubang-lubang jalan di jalur Kirab Pusaka dan Pawai Lintasan Sejarah tak lagi bisa dibiarkan. Menjelang prosesi sakral Grebeg Suro pada 15 Juni mendatang, Pemkab Ponorogo bergerak memperbaiki ruas-ruas yang rusak agar aman dilalui ribuan peserta, mulai pejalan kaki, penunggang kuda hingga kendaraan hias.

Sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan kini masuk inventaris perbaikan. Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo, berencana melakukan tambal sulam agar kondisi jalur lebih aman saat digunakan dalam agenda budaya tahunan tersebut.

Kepala DPUPKP Ponorogo, Jamus Kunto Purnomo, menjelaskan perbaikan difokuskan pada ruas yang menjadi lintasan kirab. Jalur tersebut meliputi kawasan Alun-Alun Ponorogo, Jalan Jenderal Sudirman, HOS Cokroaminoto, Ahmad Dahlan hingga Batoro Katong.

Menurutnya, kondisi jalan harus dipastikan aman karena akan dilalui berbagai jenis rombongan peserta. Tidak hanya masyarakat yang berjalan kaki, tetapi juga penunggang kuda dan kendaraan hias yang membutuhkan permukaan jalan lebih rata.

“Kami kondisikan jalannya, tutup yang bolong agar kalau kuda atau rombongan lewat tidak membahayakan karena inikan bukan kendaraan biasa,” ungkap Jamus, Jumat (12/6/2026).

DPUPKP Ponorogo mengakui masih terdapat sejumlah titik yang membutuhkan perhatian. Salah satunya berada di ruas Jalan Batoro Katong yang memiliki beberapa lubang berukuran cukup besar. Selain itu, permukaan jalan yang tidak rata juga ditemukan di sejumlah area Jalan Ahmad Dahlan.

Meski demikian, perbaikan permanen melalui pengaspalan ulang belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Ruas-ruas tersebut telah masuk dalam rencana pekerjaan tahun ini dan akan diproses melalui tahapan pengadaan.

“Sementara kami tambal dulu, karena untuk kegiatan event, kalau di aspal ulang sebentar lagi kami lelang, sebagian yang jalan Batoro Katong juga kami usulkan 2027 nanti,” bebernya.

Jamus menegaskan bahwa pembenahan jalur kirab merupakan bentuk dukungan terhadap pelaksanaan agenda budaya yang menjadi salah satu daya tarik wisata Ponorogo. Kehadiran ribuan penonton setiap tahun membuat faktor keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan menjadi perhatian penting.

Dengan kondisi jalan yang lebih baik, potensi gangguan selama pelaksanaan kirab diharapkan dapat diminimalkan. Terutama pada titik-titik yang sebelumnya mengalami kerusakan dan berisiko mengganggu jalannya rombongan peserta. [end/aje]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.