Kapolres Madiun Resmikan Renovasi Jembatan Merah Putih, Akses Warga Kini Lebih Aman
Ringkasan Berita:
- Kapolres Madiun meresmikan renovasi Jembatan Merah Putih di Desa Purworejo.
- Renovasi dilakukan selama dua pekan melalui gotong royong warga dan aparat.
- Jembatan kini lebih aman dengan papan baru, lampu penerangan, dan pengecatan ulang.
- Program serupa akan diperluas ke sejumlah titik lain di Kabupaten Madiun.
Madiun (beritajatim.com) – Kapolres Madiun, Kemas Indra Natanegara, meresmikan renovasi Jembatan Merah Putih di Desa Purworejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jumat (8/5/2026).
Peresmian tersebut dilakukan bersama Forkopimcam Pilangkenceng, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Madiun, pemerintah desa, TNI-Polri, serta masyarakat setempat.
Renovasi jembatan sepanjang 40 meter dengan lebar 1,2 meter itu diselesaikan dalam waktu sekitar dua pekan melalui kerja bakti dan gotong royong lintas elemen masyarakat.
“Alhamdulillah renovasi Jembatan Merah Putih ini selesai sekitar dua minggu. Kita gotong royong bersama masyarakat, TNI, Polri dan pemerintah daerah,” ujar AKBP Kemas.
Perbaikan dilakukan menyeluruh pada sejumlah bagian jembatan yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah.
Renovasi meliputi penggantian papan kayu lapuk, pengecatan ulang, pemasangan lampu penerangan di empat titik, pembersihan area sekitar jembatan, serta penambahan ornamen bendera Merah Putih.
“Mulai hari ini jembatan sudah bisa digunakan kembali masyarakat Desa Purworejo dan sekitarnya,” katanya.
Keberadaan jembatan ini dinilai vital karena menjadi jalur utama mobilitas warga sehari-hari, terutama pengendara sepeda motor.
Kapolres menegaskan program renovasi infrastruktur berbasis gotong royong ini tidak berhenti di satu lokasi.
“Ada tiga titik yang direncanakan direnovasi. Bulan depan ada lagi di wilayah Pilangkenceng dan beberapa kecamatan lain yang sudah kami survei,” imbuhnya.
Kepala Desa Purworejo, Sucipto, mengungkapkan kondisi jembatan sebelum diperbaiki sangat memprihatinkan.
“Dulu memang terlihat serem karena kayunya banyak yang lapuk dan kanan-kiri penuh rumput liar. Sekarang sudah rapi dan malam hari juga terang karena dipasang lampu penerangan,” ujar Sucipto.
Ia menambahkan, pemerintah desa bersama masyarakat turut berperan aktif selama proses pengerjaan agar akses warga dapat segera dipulihkan.
“Kalau ditutup lama kasihan warga, karena hampir setiap satu sampai dua menit selalu ada warga yang melintas, terutama pengendara sepeda motor,” pungkasnya.
Renovasi Jembatan Merah Putih ini menjadi simbol kolaborasi nyata antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memperkuat infrastruktur desa sekaligus meningkatkan keselamatan publik. [rbr/beq]
Link informasi : Sumber