Kemenhaj RI Buka Peluang Ekspor Ikan Patin Tulungagung ke Arab Saudi

0

Tulungagung (beritajatim.com) – Ekosistem pelayanan ibadah haji dan umrah menyimpan potensi ekonomi luar biasa bagi komoditas pangan nasional. Selama puluhan tahun, besarnya kebutuhan konsumsi jutaan jemaah Indonesia di Tanah Suci justru lebih banyak didominasi oleh pasokan bahan baku dari negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand.

Pola ketergantungan impor tersebut kini mulai dibongkar demi mengangkat harkat pembudidaya dan UMKM lokal.

Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) menggelar kunjungan kerja ke Kabupaten Tulungagung pada Rabu (29/7/2026). Kunjungan strategis ini bertujuan menyerap komoditas ikan patin unggulan daerah agar dapat masuk dalam rantai pasok ekosistem ekonomi haji.

Rombongan Kemenhaj RI diterima langsung oleh Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung, Drs. Tri Hariadi, M.Si., di Kantor Pemkab Tulungagung.

Direktur Fasilitasi Kemitraan Pengembangan Ekosistem Ekonomi (PEE) Haji dan Umrah Kemenhaj RI, Dr. Tr. Tri Hidayatno, S.ST., M.AP., mengungkapkan bahwa kebutuhan katering jemaah di Arab Saudi sangat besar dan menuntut kesiapan pasokan yang stabil.

“Kami ingin mengubah pola ini. Selama masa tinggal di Arab Saudi, jemaah haji mendapatkan layanan hingga 114 kali makan. Jika dihitung, kebutuhan ikan bisa mencapai hampir 1.000 ton, belum lagi untuk jemaah umrah yang jumlahnya terus mengalir,” ungkap Tri Hidayatno kepada Beritajatim.com di lokasi budidaya ikan patin, pada Rabu (29/7/2026).

“Harapan kami, pada musim haji 2027 mendatang, kebutuhan tersebut sudah bisa disuplai langsung dari Indonesia, khususnya dari Tulungagung,” lanjutnya.

Tri Hidayatno menekankan bahwa pemerintah Arab Saudi menetapkan syarat ketat, di antaranya memprioritaskan produk olahan ketimbang ikan budidaya mentah. Sebagai langkah konkret, Kemenhaj RI juga merancang expo akbar dan registrasi platform digital oleh-oleh haji pada September 2026.

Foto BeritaJatim.com
Direktur Fasilitasi Kemitraan Pengembangan Ekosistem Ekonomi (PEE) Haji dan Umrah Kemenhaj RI, Tri Hidayatno berdialog dengan Pemkab Tulungagung. [Muhammad Isnan/Beritajatim.com]

Merespons peluang bernilai ekonomi tinggi tersebut, Pj. Sekda Tulungagung Tri Hariadi menyambut optimistis inisiatif Kemenhaj RI. Kendati demikian, ia menyoroti tantangan utama peternak lokal yang terletak pada kelayakan standar internasional.

“Ini adalah peluang yang sangat baik bagi Kabupaten Tulungagung. Jika kesempatan ini bisa dimaksimalkan oleh pelaku UMKM, IKM, dan pembudidaya kita, tentu akan sangat membantu meningkatkan perekonomian mereka,” kata Pj. Sekda.

Tri Hariadi meminta bantuan Kemenhaj RI agar tidak sekadar memberikan janji pasar, melainkan turut mengawal proses sertifikasi dan tata kelola pembudidaya di lapangan.

“Kendala utama kami selama ini memang di ranah standarisasi dan tata kelola yang belum terorganisir dengan rapi. Kami berharap Kemenhaj RI tidak hanya membuka jalan, tetapi juga membimbing dan memfasilitasi kami terkait standar kurasi ekspor tersebut, sehingga produk Tulungagung benar-benar siap masuk ke dalam ekosistem ekonomi haji,” lanjutnya.

Usai audiensi di kantor Pemkab, tim Kemenhaj RI langsung bergerak meninjau lokasi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) pembudidaya ikan patin setempat untuk memverifikasi kapasitas produksi lapangan.

Selain itu, rombongan Kemenhaj RI juga menyempatkan untuk mengunjungi salah satu produsen abon terbesar di Tulungagung untuk turut masuk platform Haji dan Umrah Store. [ian/MCH]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.