Ketua Cabang PSHT Kota Kediri Joko Koreng Tegaskan: PSHT Kota Kediri Hanya Satu, Siap Hadapi Jika Dihadapkan Konflik
Jatimpedia|2 Juli 2026. KEDIRI — Perayaan ulang tahun ke-53 Sudjoko Adi Poerwanto, yang lebih dikenal sebagai Kangmas Joko Koreng, berubah menjadi momen penuh penegasan tentang eksistensi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Kota Kediri.
Acara syukuran sederhana yang dihadiri keluarga, sahabat, dan warga setempat itu menjadi ajang bagi Joko Koreng untuk menegaskan posisi kepengurusan yang dipimpinnya sebagai satu-satunya pengurus sah PSHT Cabang Kota Kediri.
Di hadapan para tamu, Joko menyampaikan bahwa kepengurusan PSHT Cabang Kota Kediri berada di bawah Ketua Umum Kangmas Taufik dan telah mendapatkan pengakuan hukum.
Pernyataan ini dilontarkan untuk merespons kebingungan dan perbedaan pelaksanaan kegiatan yang belakangan muncul di lingkungan PSHT Kediri.

“PSHT di Kota Kediri hanya satu. Kami berdiri di bawah kepengurusan yang sah dan diakui negara,” tegas Kangmas Joko Koreng, disambut anggukan dan tepuk tangan dari para hadirin.Ia menjelaskan akar ajaran PSHT yang selama ini menjadi pedoman di lingkungan cabang Kota Kediri: budi pekerti, saling menghormati, serta upaya menjaga persaudaraan.
Nilai‑nilai tersebut, menurut Joko, harus dipertahankan agar organisasi berjalan harmonis dan anggota dapat menjaga nama baik lembaga. Selama ini, ia berkata, pihaknya berupaya merangkul seluruh pihak yang mengaku bagian dari keluarga besar PSHT dan memperlakukan mereka sebagai saudara.
Namun sikap tersebut tidak bisa terus dipertahankan apabila muncul tindakan yang berpotensi memecah belah.Penegasan itu muncul setelah adanya kegiatan lain yang digelar bertepatan dengan syukuran ulang tahun Joko.
Menurutnya, kegiatan tersebut dinilai sebagai acara tandingan karena waktunya bertepatan dan kapasitasnya lebih besar, termasuk menghadirkan hiburan.
Hal ini dirasakan kurang tepat sebab, lanjut Joko, sebelumnya undangan sudah disampaikan kepada seluruh anggota dari wilayah eks-Karesidenan Kediri untuk berkumpul dalam momen kebersamaan tersebut. “Saya selama ini diam karena menganggap mereka saudara. Tetapi ketika kebaikan tidak dibalas dengan kebaikan, tentu ada batasnya,” ujarnya.
Meski menyuarakan ketegasan, Joko menekankan bahwa pihaknya tidak menginginkan konflik. Ia menegaskan komitmen PSHT Cabang Kota Kediri untuk menyelesaikan perselisihan dengan cara yang benar dan berdasarkan aturan organisasi serta hukum yang berlaku.
Namun, ia memperingatkan bahwa apabila ada pihak yang sengaja memancing perselisihan, mereka tak akan ragu untuk menghadapi situasi tersebut demi melindungi integritas dan masa depan organisasi. “Orang SH Terate itu diajarkan berani. Berani bukan untuk mencari musuh, tetapi berani memperjuangkan kebenaran,” katanya,
menegaskan bahwa keberanian anggota ditujukan untuk mempertahankan prinsip, bukan melakukan provokasi.Dalam sambutannya, Kangmas Joko juga mengingatkan seluruh warga PSHT agar berhati‑hati terhadap doktrin atau ajaran yang berpotensi memecah belah.
Ia meminta agar setiap langkah dan keputusan diambil dengan mempertimbangkan efek bagi persaudaraan yang selama ini menjadi roh organisasi.
Ia meminta anggota untuk lebih mengedepankan komunikasi terbuka, koordinasi dengan pengurus, dan menahan diri dari tindakan yang bisa menimbulkan kesalahpahaman.
Penguatan internal, menurutnya, penting untuk mencegah perpecahan yang berdampak jangka panjang.Sebagai pengingat budaya dan identitas, Joko mengutip falsafah SH Terate, “cilik ra kurang bakal, gede ra turah bakal”.
Kutipan itu ia gunakan untuk mengajak seluruh warga menjaga kehormatan tanpa merendahkan pihak lain, serta menjaga martabat dalam setiap perbedaan pandangan.
Ia berharap falsafah itu kembali menjadi pedoman bagi setiap anggota dalam bertindak baik di ranah internal maupun terhadap masyarakat luas.Kangmas Joko juga menegaskan bahwa acara ulang tahunnya bukan merupakan kegiatan organisasi resmi.
Ia menegaskan bahwa syukuran tersebut murni bersifat keluarga dan dihadiri oleh sahabat serta warga yang hadir atas kehendak sendiri. Hal ini penting ia sampaikan agar masyarakat tidak salah menafsirkan acara tersebut sebagai pertemuan formal pengurus.
Selain itu, bertepatan dengan peringatan HUT Bhayangkara, Joko mengatakan pihaknya memilih menghormati imbauan aparat keamanan dengan tidak menggelar kegiatan berskala besar. “Kami menghormati aparat keamanan. Karena itu malam ini hanya syukuran sederhana bersama keluarga dan teman‑teman yang datang memberikan doa,” jelasnya.
Akhir kata, pernyataan Kangmas Joko Koreng pada momen ulang tahunnya memberi sinyal bahwa kepengurusan PSHT Cabang Kota Kediri akan tetap menjaga garis organisasi dan bertindak tegas bila diperlukan, namun tetap mengutamakan solusi damai dan cara yang sesuai hukum.
Ia menyampaikan harapan agar seluruh elemen PSHT di Kediri dapat kembali pada semangat persaudaraan yang menjadi landasan utama mereka. (Red)