Ketua Umum Pagar Nusa Tegaskan Netral, Minta Peserta Muktamar NU Tahan Diri

0

Ringkasan Berita

PP Pagar Nusa menegaskan kehadirannya di arena Muktamar ke-35 NU untuk membantu menjaga keamanan dan ketertiban.

Ketua Umum PP Pagar Nusa menyatakan organisasinya tidak berpihak kepada kandidat atau kelompok mana pun.

Seluruh anggota Pagar Nusa diinstruksikan bertindak terukur, persuasif, dan tidak mudah terpancing provokasi.

Peserta Muktamar diimbau menyelesaikan perbedaan melalui mekanisme organisasi dan menjaga adab di Tambakberas.

Ketua Umum Pagar Nusa Tegaskan Netral dalam Pengamanan Muktamar ke-35 NU

Kediri (beritajatim.com) – Pengurus Pusat Pagar Nusa menegaskan sikap netral dalam pelaksanaan pengamanan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Tambakberas, Jombang.

Ketua Umum PP Pagar Nusa Muchamad Nabil Haroen menyatakan pengerahan personel di arena Muktamar dilakukan semata-mata untuk membantu menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran jalannya persidangan.

Pagar Nusa menegaskan tidak berada di belakang kandidat maupun kelompok tertentu dalam dinamika Muktamar. Kehadiran personel di lokasi disebut sebagai bagian dari khidmah organisasi untuk memastikan forum permusyawaratan NU dapat berlangsung dengan aman.

“Pagar Nusa hadir di arena Muktamar semata-mata untuk menjalankan khidmah menjaga keamanan, ketertiban, dan marwah Muktamar Nahdlatul Ulama. Kami tidak berada pada kepentingan kandidat atau kelompok mana pun,” ujar Ketua Umum PP Pagar Nusa M Nabil Haroen kepada beritajatim.com.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul dinamika yang terjadi di sekitar arena sidang pleno Muktamar ke-35 NU. Pagar Nusa mengimbau seluruh pihak yang terlibat untuk menahan diri dan menghormati mekanisme persidangan.

Minta Semua Pihak Menahan Diri

Menurutnya, perbedaan pandangan maupun pilihan merupakan bagian dari dinamika organisasi. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya berkembang menjadi tindakan yang mengganggu jalannya Muktamar.

“Terkait dinamika yang terjadi di sekitar arena sidang pleno, kami mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan menghormati mekanisme persidangan. Perbedaan pandangan dan pilihan merupakan bagian dari dinamika organisasi, tetapi jangan sampai berkembang menjadi tindakan yang mengganggu jalannya Muktamar,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa Muktamar ke-35 NU berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, yang memiliki nilai historis penting bagi perjalanan NU.

Di kawasan tersebut terdapat makam KH Abdul Wahab Chasbullah atau Mbah Wahab, salah satu muassis dan penggerak utama Nahdlatul Ulama.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak menjaga adab selama mengikuti proses Muktamar. Dinamika organisasi, menurutnya, tetap harus ditempatkan dalam bingkai persaudaraan sesama Nahdliyin.

“Terlebih, kita sedang bermuktamar di Tambakberas. Di bumi ini terbaring jasad salah seorang muassis dan penggerak utama Nahdlatul Ulama, KH Abdul Wahab Chasbullah (Mbah Wahab). Sudah sepatutnya kita menjaga adab di hadapan para masyayikh. Jangan sampai di tempat yang menyimpan jejak perjuangan dan pengabdian beliau, kita justru mempertontonkan pertengkaran yang mencederai persaudaraan sesama Nahdliyin,” tegasnya.

Personel Pagar Nusa Diminta Bertindak Persuasif

Pengerahan personel Pagar Nusa dilakukan untuk membantu panitia dalam menjaga keamanan dan ketertiban di sekitar forum persidangan.

Nabil Haroen mengatakan dirinya telah memberikan instruksi agar seluruh anggota yang bertugas dapat menjalankan pengamanan secara terukur.

“Muktamar adalah forum tertinggi jam’iyyah. Karena itu, apa pun perbedaan yang ada harus diselesaikan melalui mekanisme organisasi dan permusyawaratan, bukan melalui tekanan ataupun kekuatan di lapangan,” ujarnya.

Ia menekankan anggota Pagar Nusa tidak boleh mudah terpancing situasi maupun melakukan tindakan provokatif.

“Pengerahan personel Pagar Nusa dilakukan untuk membantu panitia memastikan sidang dapat berlangsung aman dan tertib serta mencegah terjadinya gesekan yang lebih luas. Saya sudah menginstruksikan seluruh anggota Pagar Nusa agar bertindak secara terukur, tidak mudah terpancing, tidak melakukan tindakan provokatif, dan mengedepankan pendekatan persuasif,” katanya.

Menurutnya, tugas utama personel Pagar Nusa adalah membantu memastikan para kiai, peserta, dan forum Muktamar tetap berada dalam situasi aman hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.

“Tugas kami sederhana: menjaga para kiai, menjaga peserta, menjaga forum, dan memastikan Muktamar dapat berjalan dengan aman sampai selesai. Pagar Nusa akan tetap berdiri pada posisi khidmah, bukan pada kepentingan politik kandidat,” tegasnya.

Ajak Jaga Kehormatan Muktamar

Pagar Nusa juga mengajak seluruh peserta dan pihak yang terlibat dalam Muktamar untuk mengedepankan persaudaraan di tengah perbedaan pilihan.

Nabil Haroen berharap suasana di arena Muktamar tetap kondusif sehingga proses permusyawaratan dapat berjalan sesuai mekanisme organisasi.

“Mari kita jaga Tambakberas, kita jaga kehormatan Muktamar, dan kita jaga persaudaraan. Jangan sampai para muassis yang telah mewariskan NU kepada kita justru kita kecewakan karena kita tidak mampu menjaga adab dalam berbeda pilihan,” pungkasnya.

Sikap tersebut menempatkan Pagar Nusa pada posisi sebagai unsur yang membantu pengamanan forum, sekaligus menyerukan agar seluruh dinamika Muktamar diselesaikan melalui jalur organisasi. Dengan demikian, proses permusyawaratan diharapkan tetap berjalan tertib tanpa mengorbankan persaudaraan di antara warga Nahdlatul Ulama. [nm/but]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.