Konsolidasi Nasional Golkar Hampir Selesai
Ringkasan Berita:
- Musyawarah daerah (musda) Partai Golkar hampir selesai, dengan 36 dari 38 provinsi telah melaksanakan musda.
- Sekjen Golkar Muhammad Sarmuji menegaskan bahwa musyawarah di semua tingkatan bukan untuk kontestasi jabatan, tetapi sebagai ajang konsolidasi.
- Partai Golkar berupaya menarik pemilih muda menjelang Pemilu 2029 dengan memanfaatkan teknologi dan kegiatan digital.
Jember (beritajatim.com) – Konsolidasi nasional Partai Golongan Karya hampir selesai. Musyawarah daerah bukan ajang perebutan kekuasaan.
“Musyawarah daerah provinsi sudah hampir selesai. Dari 38 provinsi, tinggal dua provinsi tersisa. Kabupaten dan kota sudah lebih dari separuh yang sudah melaksanakan musda,” kata Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Muhammad Sarmuji, dalam acara konsolidasi, di kantor Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Kabupaten Jember, Sabtu (9/5/2026).
Sementara itu, sepertiga pengurus kecamatan di seluruh Indonesia telah melaksanakan musyawarah. Di Jember sendiri, dar9 31 kepengurusan tingkat kecamatan, 21 kepengurusan sudah melaksanakan musyawarah.
“Kabupaten yang lain juga begitu. Tinggal satu dua kecamatan yang belum selesai. Di Jawa Timur., insyaallah konsolidasinya mendekati tuntas sampai di tingkat kecamatan,” kata Sarmuji.
Sarmuji bersyukur tidak ada hambatan besar dalam pelaksanaan musyawarah di semua tingkatan. “Kami semua sudah instruksikan, musda, muscam, dan musyawarah-musyawarah berdasarkan tingkatannya, adalah ajang konsolidasi,” katanya.
Sarmuji menekankan bahwa musyawarah semua tingkatn bukan arena kontestasi kekuasaan. “Bukan ajang untuk sekadar perebutan jabatan, perebutan kekuasaan. Ini justru menjadi sarana untuk mempertautkan hati dan perasaan kita menuju Golkar agar kursinya naik lagi,” kata mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam Universitas Jember ini.
Golkar berupaya keras menarik pemilih dari kalangan generasi muda untuk memenangi pemilihan umum pada 2029. “Sebenarnya sejak periode lalu Golkar Jawa Timur sudah menginisiasi pemanfaatan informasi dan teknologi untuk bisa berinteraksi dengan generasi milenial dan generasi Z. Kami banyak melakukan kegiatan yang memanfaatkan dunia digital,” kata Sarmuji.
Sejumlah kegiatan seperti kontes film pendek, baca puisi, tartil Alquran memanfaatkan kemajuan digital. “Bahkan di tengah Covid, kami dulu sempat mengadakan lomba fashion show khusus untuk suasana Covid,” kata Sarmuji.
“Intinya bukan lombanya. Namun kemampuan kami untuk berinteraksi secara intensif dengan anak-anak muda itu akan menjadi pembeda pada 2029 yang akan datang,” kata Sarmuji. [wir/suf]
Link informasi : Sumber