Korban Casting Palsu di Surabaya Ratusan Orang

0

Surabaya (beritajatim.com) – Korban Casting Palsu di Surabaya berjumlah lebih dari 200 orang. Kebanyakan, para korban adalah supermodel dan artis.

Dua pelaku berinisial S dan N warga Gresik menjebak para korbannya dengan alasan casting untuk iklan makanan ringan dan permen lolipop sejak tahun 2015. Mereka mengelabui korbannya dengan undangan casting. Saat tiba di lokasi casting tepatnya di sebuah apartemen di Surabaya, para korban diminta untuk berganti pakaian. Kedua pelaku yang sudah memasang kamera tersembunyi di kamar ganti akhirnya mendapatkan rekaman video perempuan bugil. Oleh kedua pelaku, video itu dijual lewat berbagai media sosial.

“Kedua pelaku sudah punya ratusan video bugil dari para korban. Total korban lebih dari 200 orang,” kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Dirmanto, Jumat (20/12/2024).

Dirmanto menjelaskan, para pelaku membuat promosi dengan menjanjikan para korban menjadi artis, model dan profesi lainnya yang berhubungan dengan dunia entertain. “Para pelaku sudah berniat dengan memasang instalasi kamera di kamar ganti,” tutur Dirmanto.

Sementara itu, Kasubdit II Ditressiber Polda Jatim, AKBP Charles P Tampubolon mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap kedua pelaku. Saat ini, baru 5 perempuan yang melapor menjadi korban ke Polda Jawa Timur. “Sudah beroperasi sejak 2015, kami masih melakukan pendalaman kepada kedua pelaku,” tegasnya.

Salah satu korban berinisial GN yang saat ini menjadi presenter televisi nasional sempat membagikan pengalamannya menjadi korban agensi palsu ini pada 2017 lalu. Ia mengaku, baru mengetahui perbuatan bejat kedua pelaku saat videonya ganti baju viral di media sosial telegram dan X.

“Saya datang ke gudangnya di daerah Gresik dan dilakukan pemotretan. Selang beberapa hari saya dikabari kalau lolos ke tahapan berikutnya,” ujar GN saat dihubungi wartawan.

Ia lantas diminta datang ke sebuah apartemen di Surabaya Barat. GN lantas berangkat ke lokasi dengan kedua temannya. Setiba di unit kamar, GN masih ingat diminta mengisi daftar hadir. Ia melihat banyak list nama perempuan lainnya. GN sempat menanyakan kepada pelaku, “Saya sempat nanya apakah yang lain sudah selesai prosesnya (casting). Memang dikemas sangat profesional,” tutur GN.

GN lantas disuruh berganti baju dan masuk ke kamar. Ia sempat melihat kearah kamar ada kamera handycam yang mengarah ke dirinya. Sayang, saat itu ia tidak melakukan pengecekan. Selesai berganti baju, GN diminta oleh pelaku untuk melakukan adegan tidak senonoh seperti menunggung dan membelakangi kamera.

“Saat itu ada korban lain juga diajak menggunakan baju renang dan melakukan adegan yang sama seperti saya. Beruntung saat itu saya sadar ada yang tidak beres langsung ganti baju ditemani oleh teman saya,” pungkas GN. (ang/kun)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.