Libatkan Kampus ITB, Menteri Ekraf Teuku Riefky Tegaskan Jakarta Vision Harus Ditopang Gagasan Akademis
Jakarta (beritajatim.com) – Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi ruang diskusi akademis untuk memperkuat substansi Jakarta Vision, sebuah gagasan strategis Indonesia yang disiapkan menuju World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.
Pertemuan ini berlangsung melalui ajang Creative Consortium Summit & Innovation Challenge (CCSIC) 2026 yang diinisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi (KPT) Ekraf.
Menteri Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky, menegaskan bahwa gagasan Indonesia di kancah internasional harus berbasis pada riset, pengetahuan, dan inovasi yang solid dari perguruan tinggi.
“Jakarta Vision harus ditopang gagasan akademis. Kita membutuhkan ruang untuk berdiskusi, menguji gagasan, dan membangun kesamaan arah agar ekonomi kreatif Indonesia semakin kuat dan mampu mengambil peran strategis di tingkat global,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky di Gedung Centre for Art, Design, and Language (CADL) ITB pada Kamis (24/9/2026).
Teuku Riefky menjelaskan, Jakarta Vision memegang posisi kunci karena diproyeksikan menjadi dasar penyusunan Resolusi PBB terkait Ekonomi Kreatif pada Sidang Majelis Umum PBB (United Nations General Assembly).
Gagasan ini mencakup empat fokus utama, yaitu teknologi, AI dan transformasi digital; keberlanjutan, ekonomi sirkular dan desain regeneratif; inklusivitas dan pemberdayaan masyarakat; serta perlindungan Kekayaan Intelektual (KI) yang berimbang bagi para kreator.
“Keberhasilan Indonesia bukan hanya diukur dari penyelenggaraan WCCE 2026, tetapi juga dari key output berupa Jakarta Vision yang dapat menawarkan gagasan dan arah baru bagi perkembangan ekonomi kreatif global,” kata Teuku Riefky menambahkan.
Sektor ekonomi kreatif sendiri terbukti menjadi tulang punggung perekonomian anak muda, di mana pada tahun 2025 mampu menyerap 27,4 juta tenaga kerja yang didominasi oleh 63 persen Generasi Z dan Milenial serta 58 persen pekerja perempuan.
Acara yang turut dihadiri Rektor ITB Prof. Tatacipta Dirgantara dan lebih dari 100 pemangku kepentingan ini diwarnai dengan penandatanganan kerja sama antar-perguruan tinggi serta penyerahan penghargaan bagi pemenang kompetisi inovasi teknologi.
Sinergi antara pemerintah dan akademisi ini diharapkan dapat mengukuhkan kepemimpinan Indonesia dalam menentukan arah perkembangan ekonomi kreatif di tingkat dunia. [ian]
Link informasi : Sumber