Mahasiswa Unair Latih Warga Kalijudan Surabaya Tangani Darurat Henti Jantung

0

Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) 8 Universitas Airlangga (Unair) menggelar pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi warga Kalijudan, Mulyosari, Surabaya.

Pelatihan berlangsung di Balai Kelurahan Kalijudan pada Rabu (4/8/2026) lalu. Sasarannya adalah Kader Surabaya Hebat (KSH) serta pengurus Karang Taruna tingkat RW 5 dan RW 6.

Materi dibawakan langsung oleh tenaga medis, yakni dr. Erlisa dan dr. Andhika. Mereka mengajarkan teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) menggunakan manekin.

Peserta diajak mengenali tanda henti jantung serta membedakannya dengan pingsan biasa. Mereka juga dibekali cara menangani korban tersedak dan prosedur meminta bantuan medis dengan benar.

Dokter Erlisa menekankan bahwa kemampuan pertolongan pertama bukan dominasi tenaga kesehatan. Masyarakat awam juga harus memiliki keterampilan tersebut demi merespons kondisi gawat darurat.

“Kami berharap masyarakat tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan dasar untuk memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat,” jelas dr. Erlisa dikutip Kamis (6/8/2026).

Ia menambahkan bahwa kecepatan penanganan sangat menentukan keselamatan nyawa korban. Oleh karena itu, edukasi ini dirancang agar warga berani mengambil tindakan awal di lapangan.

“Semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan ini, semakin besar peluang korban dapat diselamatkan sebelum tenaga kesehatan tiba,” tegasnya.

Sesi praktik dibagi menjadi dua kelompok. Warga berlatih kompresi dada memakai manekin dan metronom untuk menjaga ritme, didampingi langsung oleh mahasiswa dan tim dokter.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena saya jadi tahu langkah yang benar saat memberikan pertolongan pertama pada orang yang mengalami henti jantung maupun tersedak,” ungkap Eka, anggota KSH.

Eka mengaku sebelumnya hanya mengetahui teknik RJP melalui tayangan media sosial. Kini, ia merasa lebih paham cara mengenali gejala krisis medis pada seseorang.

“Melalui pelatihan ini saya bisa praktik langsung bersama dokter sehingga lebih percaya diri jika suatu saat harus membantu orang lain,” tambah Eka.

Ketua Kelompok KKN-BBK 8 Unair Surabaya, Tranquea Yafi Zalifusan, menyebut program ini sebagai bekal kesiapan warga. Ia ingin masyarakat cekatan merespons situasi tak terduga.

“Kami berharap warga Kalijudan semakin siap menghadapi situasi kegawatdaruratan di lingkungan sekitarnya secara mandiri,” kata Tranquea.

Langkah mahasiswa ini sekaligus menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. Warga diharapkan tidak hanya diam menunggu bantuan medis datang tanpa melakukan tindakan. “Warga harus berani memberikan pertolongan pertama dengan cara yang benar demi menolong sesama,” tutupnya. [ipl/kun]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.