Mahasiswa Untag Surabaya Ciptakan Alat Pemantau Suhu Mesin Motor Berbasis IoT

0

Ringkasan Berita:

  • Mahasiswa Teknik Elektro Untag Surabaya, Fendy Febianto Ahmad, menciptakan alat pemantau suhu mesin motor berbasis IoT.
  • Prototipe menggunakan tiga sensor suhu yang menampilkan kondisi mesin melalui layar LCD.
  • Sistem dilengkapi Internet of Things (IoT) dan early warning system untuk mengirimkan notifikasi ketika mesin terlalu panas.
  • Inovasi tersebut menjadi tugas akhir Fendy yang lulus tepat waktu dengan IPK 3,63 dan berpotensi diterapkan pada mesin industri.

Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Fendy Febianto Ahmad, menciptakan alat pemantau suhu mesin motor yang dilengkapi tiga sensor, teknologi Internet of Things (IoT), dan sistem peringatan dini atau early warning system.

Prototipe tersebut dirancang untuk membantu pengendara mengetahui kondisi suhu di berbagai bagian mesin secara lebih cepat dan akurat sekaligus mencegah panas berlebih atau overheat terdeteksi terlambat.

Berbeda dari perangkat pemantau suhu yang umumnya hanya menggunakan satu sensor, rancangan Fendy mengandalkan tiga sensor suhu sekaligus. Data dari masing-masing sensor kemudian ditampilkan secara langsung melalui layar LCD sehingga pengendara dapat memantau kondisi sejumlah bagian mesin dalam satu perangkat.

Sistem tersebut tidak hanya berfungsi sebagai alat pembaca suhu. Teknologi IoT yang ditanamkan memungkinkan perangkat memberikan peringatan ketika mendeteksi suhu mesin yang sudah berada pada kondisi tidak normal.

“Kalau yang sudah ada di pasaran umumnya hanya menggunakan satu sensor. Saya mengembangkannya menjadi tiga sensor dan menambahkan fitur IoT dengan early warning system,” ungkap Fendy, Sabtu (15/8/2026).

Dengan sistem tersebut, kondisi mesin dapat dipantau secara lebih dini. Ketika suhu mesin mengalami kenaikan berlebih, alat akan mengirimkan notifikasi kepada pemilik kendaraan sehingga tindakan dapat dilakukan sebelum masalah berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.

Gagasan pembuatan alat pemantau suhu mesin motor tersebut berawal dari ketertarikan Fendy terhadap dunia otomotif. Mahasiswa Teknik Elektro Untag Surabaya itu juga menjalani perkuliahan kelas malam sembari bekerja. Prototipe tersebut kemudian dikembangkan sebagai bagian dari tugas akhir untuk menyelesaikan pendidikan sarjananya.

“Judul ini muncul karena saya memang hobi otomotif. Selain itu, saya ingin membuat sistem monitoring yang lebih kompleks dibandingkan sistem bawaan motor yang umumnya sebatas indikator lampu saat overheat,” jelasnya.

Rancangan alat tersebut dikerjakan Fendy di bawah pengawasan dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Kukuh Setiadji dan Lutfi Agung Swarga.

Pengembangan sistem pemantauan suhu dengan beberapa sensor dan teknologi IoT itu juga membuka peluang penggunaan yang lebih luas di luar kendaraan bermotor. Konsep serupa dapat dikembangkan untuk kebutuhan pemantauan mesin di sektor industri, terutama pada peralatan yang harus beroperasi dalam waktu panjang.

Di lingkungan pabrik, misalnya, sistem pemantauan suhu dapat digunakan untuk mengawasi mesin yang bekerja tanpa henti. Ketika sensor mendeteksi suhu tidak wajar, sistem peringatan dini dapat membantu teknisi mengetahui kondisi tersebut lebih cepat sehingga pemeriksaan dan tindakan pencegahan bisa dilakukan sebelum terjadi kerusakan parah.

Bagi Fendy, pembuatan alat tersebut sekaligus membuktikan bahwa minat pribadi dapat menjadi titik awal untuk mengembangkan sebuah inovasi. Proyek yang dikerjakannya sebagai tugas akhir itu mengantarkannya lulus tepat waktu dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,63.

Ia pun menyarankan mahasiswa lain agar tidak sekadar memilih topik tugas akhir berdasarkan tingkat kesulitan, tetapi mempertimbangkan minat yang dimiliki. Menurutnya, ketertarikan terhadap topik dapat membantu proses pengerjaan karena mahasiswa memiliki motivasi untuk mendalami persoalan yang ingin diselesaikan.

“Carilah judul atau ide yang sesuai dengan passion kita. Dengan begitu, kita akan lebih mudah mengerjakannya,” pesannya. [ipl/beq]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.