Mentan Amran Sulaiman Launching Bantuan Pangan, Tegaskan Stok Cadangan Melimpah 5,2 Juta Ton
Ringkasan Berita :
* Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Timur Langgeng Wisnu Adinugroho meluncurkan penyaluran bantuan pangan alokasi Juli–September 2026 di Surabaya untuk 33,4 juta KPM secara nasional.
* Di Jawa Timur, program ini menyasar 5,6 juta KPM (termasuk 184.313 KPM di Surabaya) dengan target penyaluran tuntas pada akhir September 2026.
* Bulog Jatim mencatat stok beras sebesar 1,38 juta ton yang aman hingga 17 bulan ke depan, serta penyerapan pengadaan beras mencapai 920.000 ton (106 persen dari target), sehingga mampu mendistribusikan pasokan ke 17 provinsi defisit.
* Selain bantuan beras, Mentan Amran mempercepat program MBG guna menyerap hasil 160 juta petani/peternak dan mengancam cabut izin impor pakan bagi pengusaha nakal.
————————————————————————
Surabaya (beritajatim.com) – Menteri Pertanian Republik Indonesia sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (BPN), Andi Amran Sulaiman, secara resmi meluncurkan penyaluran Bantuan Pangan Alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 di Kelurahan Lidah Kulon, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (12/8/2026). Penyaluran di Jawa Timur ini merupakan hari kedua rangkaian kunjungan kerja nasional setelah sebelumnya dilaksanakan di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Program bantuan pangan ini menyasar 33,4 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau masyarakat miskin dan membutuhkan di seluruh wilayah Indonesia. Setiap penerima manfaat akan menerima alokasi beras sebesar 10 kilogram per bulan selama tiga bulan berturut-turut (total 30 kg per KPM), dengan total volume beras yang disalurkan secara nasional mencapai sekitar 1 juta ton.
Mentan Amran menegaskan bahwa kondisi cadangan beras nasional saat ini sangat kuat dan melimpah, mencapai 5,2 juta ton yang tersimpan aman di gudang-gudang Perum BULOG.
“Kita berada di Jawa Timur membagikan bantuan pangan untuk masyarakat atas arahan Bapak Presiden. Ini hari kedua setelah kemarin di Alor. Total penerima manfaat secara nasional mencapai 33,4 juta orang, masing-masing menerima 10 kg per bulan selama tiga bulan. Totalnya kurang lebih 1 juta ton. Stok kita sangat melimpah, mencapai 5,2 juta ton di Bulog,” ujar Amran di hadapan insan pers dan masyarakat.
Peluncuran bantuan pangan di Surabaya ini turut didampingi oleh Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho. Langgeng menyampaikan bahwa untuk wilayah Jawa Timur terdapat sebanyak 5,6 juta KPM penerima bantuan pangan. Khusus untuk Kota Surabaya, jumlah penerima bantuan pangan tercatat sebanyak 184.313 KPM dengan target penyaluran alokasi ini diselesaikan pada akhir September 2026.
Langgeng mengungkapkan kondisi ketahanan pangan dan stok beras di Jawa Timur saat ini berada pada posisi sangat aman, yakni mencapai sekitar 1,38 juta ton. Jumlah persediaan tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Jawa Timur hingga 17 bulan ke depan.
Selain itu, realisasi pengadaan beras di Jawa Timur telah melampaui target yang ditetapkan. Dari target pengadaan sebesar 883.000 ton, Bulog Kanwil Jatim per 11 Agustus 2026 telah berhasil menyerap sebanyak 920.000 ton atau setara 106 persen dari target.
“Stok beras per hari ini untuk Jawa Timur sekitar 1,38 juta ton. Target pengadaan kita 883.000 ton, dan per tadi malam sudah mencapai 920.000 ton atau 106 persen. Stok kita sangat aman hingga 17 bulan ke depan,” terang Langgeng.
Berkat kondisi surplus persediaan tersebut, Jawa Timur juga dipercaya memasok kebutuhan beras ke sekitar 17 provinsi lain yang mengalami defisit pasokan, di antaranya Papua, Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.
Mengenai komoditas pakan dan minyak goreng, Bulog Kanwil Jatim menguasai stok minyak goreng sebanyak 2,7 juta liter yang terus bertambah untuk didistribusikan ke pasar-pasar rakyat dan saluran SP2KP. Sementara untuk penjualan beras SPHP di ritel modern maupun pasar, pembelian oleh masyarakat dapat dilakukan secara bebas.
Akselerasi Program MBG dan Perlindungan Peternak Lokal
Selain penyaluran bantuan beras, Mentan Amran menyoroti penguatan rantai pasok pangan nasional melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program MBG berperan strategis sebagai off-taker (penyerap) utama hasil produksi pertanian, peternakan, dan perikanan bagi lebih dari 160 juta petani dan peternak di Indonesia.
Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan dan menjaga stabilitas harga telur ayam, pemerintah meningkatkan frekuensi konsumsi telur dalam program MBG dari satu butir per minggu menjadi tiga kali per minggu. Langkah ini diambil guna menyerap hasil produksi peternak lokal secara optimal sekaligus menjaga ketersediaan pasokan dalam negeri tanpa perlu melakukan impor.
Berikut adalah capaian dan target operasional Bulog Kanwil Jawa Timur:
Total penerima bantuan pangan di Jawa Timur mencapai 5,6 juta KPM, dengan alokasi khusus Kota Surabaya sebanyak 184.313 KPM.
Stok beras Jawa Timur tercatat sebesar 1,38 juta ton yang mencukupi kebutuhan hingga 17 bulan ke depan.
Realisasi pengadaan beras Bulog Jatim mencapai 920.000 ton atau 106 persen dari target 883.000 ton.
Jawa Timur melakukan pengiriman beras surplus ke sekitar 17 provinsi defisit, termasuk Papua, Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.
Penyaluran bantuan pangan alokasi 30 kg per KPM ditargetkan selesai serentak pada akhir September 2026.[rea]
Link informasi : Sumber