Merdeka Coffee Trail Run 2026, Cara PDIP Kenalkan Sport Tourism dan Kopi Blitar

0

Blitar (beritajatim.com) — Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Erma Susanti, menegaskan komitmen partainya dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis desa. Komitmen tersebut diwujudkan secara konkret melalui gelaran Merdeka Coffee Trail Run 2026 di kawasan Embung Gogoniti, Desa Kemirigede, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Minggu (23/8/2026).

Ajang yang mengawinkan lari lintas alam dan festival kopi lokal ini berhasil menyedot perhatian sekitar 700 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah, termasuk Surabaya, Malang, Bojonegoro, Solo, hingga Batu.

Melalui terobosan ini, Fraksi PDI Perjuangan Jatim mendorong resep tiga pilar pembangunan kawasan yakni olahraga, pariwisata alam, dan komoditas unggulan daerah.

Erma Susanti, yang bertugas di Komisi B DPRD Jawa Timur (Bidang Perekonomian), menyampaikan bahwa pendekatan sport tourism merupakan strategi presisi untuk memantik geliat pariwisata pascapandemi sekaligus memperluas jangkauan promosi produk desa melalui media sosial.

“Lari lintas alam (trail run) saat ini digandrungi generasi muda. Ketika kita padukan dengan potensi desa wisata dan komoditas kopi, ketiga elemen ini saling menguatkan. Peserta tidak sekadar berlari, tetapi menjadi agen promosi yang membagikan keindahan Embung Gogoniti ke jejaring mereka,” ujar legislator PDI Perjuangan tersebut.

Kawasan Blitar Timur termasuk Doko, Selorejo, Kesamben, Wlingi, dan Gandusari memiliki potensi luar biasa. Integrasi event olahraga dengan promosi destinasi dinilai mampu mengembalikan daya tarik 26 Desa Wisata di Kabupaten Blitar secara bertahap.

Foto BeritaJatim.com
Merdeka Coffee Trail Run 2026. (Foto : Winanto/beritajatim.com)

Tak berhenti pada promosi wisata, PDI Perjuangan menaruh perhatian besar pada rantai nilai agribisnis lokal. Blitar Timur dikenal sebagai produsen kopi berkualitas, termasuk Kopi Arabika Doko yang tumbuh di ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Menurut Erma, intervensi kebijakan tidak boleh berhenti di tingkat budidaya atau sekadar menjual biji kopi mentah (green bean).

Pendampingan petani dari pascapanuh hingga pengolahan akhir menjadi prioritas agar margin keuntungan terbesar tetap dinikmati oleh warga lokal.

Pembekalan keterampilan barista dan pendidikan wirausaha kopi dibuka luas bagi pemuda desa agar mereka mampu mengelola kedai kopi mandiri dan membuka lapangan kerja baru.

“Jika petani dan anak muda di desa bisa mengolah sekaligus menyajikan kopi berkualitas, nilai tambahnya berlipat ganda. Ini wujud nyata dari konsep berdikari secara ekonomi yang terus diperjuangkan PDI Perjuangan,” tegas Erma.

Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, Khusna Lindarti, menyambut positif inisiatif yang digerakkan oleh legislator Fraksi PDIP Jatim ini. Menurutnya, kolaborasi ini sejalan dengan program pemerintah daerah dalam memberikan bantuan bibit, pupuk, pendampingan, hingga akses pasar bagi para petani kopi.

“Kegiatan ini memberikan dampak ganda (multiplier effect). Selain mengampanyekan gaya hidup sehat, ada perputaran ekonomi langsung di tingkat warga dan promosi destinasi yang sangat efektif,” ungkap Khusna.

Antusiasme juga dirasakan oleh para peserta. Avinda Wahyuningtias, pelajar asal Blitar yang menyabet Juara 1 Kategori 7K Pelajar Putri, mengaku terkesan dengan rute dan atmosfer acara.

“Lintasannya menantang tapi sangat ramah untuk pemula. Konsepnya seru karena menyatukan olahraga dan tempat wisata. Harapannya event seperti ini rutin diadakan di desa-desa wisata lainnya,” tutur Avinda.

Melalui Merdeka Coffee Trail Run 2026, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur membuktikan bahwa inovasi berbasis potensi lokal mampu menjadi mesin penggerak utama dalam membangkitkan ekonomi kerakyatan dari desa untuk Jawa Timur. (owi/but)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.